Akram Al-Kaabi: Senjata Perlawanan Irak Tak Akan Diserahkan, Itu Amanah Syuhada
-
Syaikh Akram Al-Kaabi, Sekretaris Jenderal Gerakan Al-Nujaba Irak
Pars Today - Sekretaris Jenderal Gerakan Al-Nujaba Irak, menanggapi pernyataan pejabat AS baru-baru ini, menekankan kepekaan isu persenjataan kelompok perlawanan dan menyerukan penolakan terhadap setiap pengangkatan isu tersebut oleh berbagai faksi domestik.
Dilansir Pars Today, 6 Mei 2026, Syaikh Akram Al-Kaabi menyatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir, beragam pernyataan telah dilontarkan oleh Kuasa Usaha Kedutaan AS, yang ia sebut sebagai "Kedutaan Kejahatan dan Kebobrokan", dengan hasutan langsung dari rezim Zionis, mengenai senjata perlawanan Islam di Irak.
Ia menambahkan bahwa merupakan sebuah penyesalan bahwa segelintir kecil individu, yang terkontaminasi kepentingan duniawi, telah menjadi corong bagi posisi-posisi ini.
Al-Kaabi, dengan menekankan tanggung jawab syariat, nasional, dan moral, menyerukan kepada semua kelompok perlawanan untuk pada dasarnya menolak pengangkatan isu semacam itu.
Ia juga menyatakan, "Mendengar pernyataan-pernyataan seperti ini yang merefleksikan posisi AS dan rezim Zionis di tengah kondisi negara kami yang masih diduduki, wilayah udaranya dilanggar, dan kedaulatannya dilemahkan akibat intervensi asing yang berkelanjutan, adalah sebuah aib."
Al-Kaabi menegaskan bahwa senjata perlawanan adalah garis merah, amanah syuhada, dan simbol kehormatan suku-suku asli Irak.
Menurutnya, senjata ini telah menjadi sarana untuk meringankan kepedihan keluarga para korban, serta memperkuat ruh kaum mukmin, dan berperan dalam melawan kelompok ISIS serta para pendukungnya.
Sekjen Al-Nujaba mengakhiri dengan pernyataan tegas bahwa senjata ini tidak akan pernah diserahkan selama para pejuang perlawanan masih ada, dan bahkan jika diperlukan, nyawa akan dikorbankan untuk menjaganya.
Al-Kaabi memberi tahu AS, Zionis, dan beberapa kalangan di dalam negeri: "Lupakan saja". Senjata perlawanan Irak bukan alat tawar-menawar. Ini adalah warisan suci, hadiah dari syuhada, dan simbol kehormatan. Selama perlawanan masih berdiri, senjata tidak akan jatuh. Dan jika perlu, mereka akan mati untuk mempertahankannya. Ini adalah pengingat bahwa di Irak, AS dan Zionis tidak akan pernah bisa menekuk lengan perlawanan dengan mudah.(Sail)