Gara-gara Statemen Trump, Harga Minyak Naik
-
Harga minyak naik
Pars Today – Pernyataan baru Trump tentang kegagalan negosiasi dengan Iran mendorong pasar minyak naik.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnim, harga minyak Brent sekali lagi di bawah pengaruh perkembangan geopolitik dan kekhawatiran tentang penurunan pasokan global, memasuki jalur kenaikan dan mencapai ambang 107 dolar per barel. Berdasarkan data pasar, harga minyak mentah Brent untuk kontrak Juli dini hari ini tumbuh lebih dari 2 persen mencapai sekitar 106,38 dolar per barel; hal ini menunjukkan kembalinya sentimen bullish ke pasar energi.
Kenaikan harga ini menguat setelah pernyataan baru Donald Trump tentang tidak tercapainya kesepakatan dengan Iran. Para pedagang pasar minyak percaya bahwa meningkatnya ketegangan politik di Timur Tengah dan berlanjutnya ketidakpastian tentang masa depan negosiasi telah meningkatkan risiko pasokan minyak dan memperkuat ekspektasi inflasi di pasar energi.
Sementara itu, bank Amerika "JP Morgan" juga memperingatkan tentang situasi cadangan minyak global dan menyatakan bahwa cadangan minyak negara-negara maju hingga awal Juni akan mencapai "tingkat ketegangan operasional."
Menurut analis bank ini, jika gangguan pasokan minyak Timur Tengah berlanjut, kemampuan ekonomi besar untuk mengkompensasi kekurangan pasokan melalui pengambilan cadangan strategis akan sangat terbatas; masalah yang dapat memberikan tekanan lebih lanjut pada harga minyak global.
Para pakar pasar energi percaya bahwa penurunan kapasitas cadangan global bersamaan dengan meningkatnya risiko geopolitik telah membawa kondisi pasar minyak ke fase yang sensitif. Menurut mereka, jika ketegangan politik di kawasan berlanjut, melampauinya batas 150 dolar untuk minyak Brent bukanlah hal yang tidak terduga.
Kenaikan harga minyak terjadi di saat pasar global masih khawatir tentang konsekuensi inflasi dari kenaikan harga energi; masalah yang dapat mempengaruhi kebijakan moneter bank sentral serta prospek pertumbuhan ekonomi global. (MF)