Anggota Parlemen Pakistan: Imam Khomeini Ajarkan Jalan Perlawanan dan Kemuliaan
-
Sahar Kamran, politisi perempuan dan anggota Majelis Nasional Pakistan
Pars Today - Seorang politisi perempuan dan anggota Majelis Nasional Pakistan menyatakan bahwa perkembangan masyarakat perempuan dan kematangan politik rakyat Iran dipengaruhi oleh pemikiran abadi pendiri agung Revolusi Islam. Ia menegaskan bahwa keteguhan bangsa Republik Islam Iran di jalur wacana Imam Khomeini ra adalah rahasia kemenangan terhormat mereka dalam menghadapi perang yang dipaksakan musuh.
Melansir Pars Today, 3 Juni 2026, Sahar Kamran pada hari Rabu (3/6) dalam wawancara dengan wartawan IRNA di Islamabad, bertepatan dengan peringatan ke-37 wafatnya Imam Khomeini ra, mengatakan:
"Imam Khomeini ra mengajarkan jalan perlawanan dan kemuliaan kepada bangsa Iran."
Ia menyatakan bahwa dunia hari ini menyaksikan kegagalan agresi terhadap Iran karena rakyat Iran bersatu dan telah mempelajari jalan perlawanan dan kemuliaan ini dari pemikiran agung Imam Khomeini ra.
Penanggung jawab Think Tank Studi Pakistan dan Teluk Persia di Islamabad ini menambahkan bahwa perlawanan Iran telah menjadi sumber inspirasi bagi semua bangsa pencinta kebebasan dan keadilan, dan mereka bangga dengan hubungan persaudaraan dan tetangga dengan Republik Islam Iran.
Ia menegaskan bahwa serangan terhadap Iran pada kenyataannya adalah serangan terhadap seluruh kawasan, dan terlepas dari semua konspirasi Amerika-Zionis, rakyat Iran telah menunjukkan perlawanan terhormat terhadap agresi.
Pujian untuk Peran Perempuan dan Pendidikan Iran
Sahar Kamran memuji semangat perlawanan rakyat, khususnya peran penting perempuan dalam masyarakat Iran, dengan menyatakan:
"Pemikiran Imam Khomeini ra abadi dan tetap hidup dalam pikiran dan hati kita semua."
Anggota Partai Rakyat di Majelis Nasional Pakistan ini menyatakan bahwa kemajuan Republik Islam Iran dalam pemberdayaan perempuan dan pendidikan tinggi sangat patut diperhatikan.
"Kini kami memahami mengapa musuh-musuh Iran menyerang pusat-pusat ilmiah, universitas, dan sekolah. Namun ilmu pengetahuan tidak bisa dihancurkan dengan peluru dan bom."
Sahar Kamran menegaskan bahwa perkembangan terbaru di kawasan dan perang yang dipaksakan pada kenyataannya menunjukkan ketahanan, perlawanan, sikap prinsipil, dan tekad bulat Iran.
"Kami yakin bahwa satu-satunya pemenang di arena ini adalah bangsa besar Iran."
Pernyataan ini menyoroti bagaimana warisan ideologis Imam Khomeini ra tidak hanya membentuk Iran modern, tetapi juga menginspirasi gerakan pembebasan di seluruh dunia.(Sail)