Artesh Tegaskan Kesiapan Hadapi Konspirasi Musuh di Tengah Duka Kehilangan Pemimpin Syahid
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190908-artesh_tegaskan_kesiapan_hadapi_konspirasi_musuh_di_tengah_duka_kehilangan_pemimpin_syahid
Pars Today - Militer  Republik Islam Iran (Artesh) merilis pernyataan yang memperingati Imam Khomeini dan peristiwa 15 Khordad, seraya menekankan kesiapan penuh untuk menghadapi konspirasi musuh.
(last modified 2026-06-03T17:19:03+00:00 )
Jun 04, 2026 00:18 Asia/Jakarta
  • Artesh Republik Islam Iran
    Artesh Republik Islam Iran

Pars Today - Militer  Republik Islam Iran (Artesh) merilis pernyataan yang memperingati Imam Khomeini dan peristiwa 15 Khordad, seraya menekankan kesiapan penuh untuk menghadapi konspirasi musuh.

Dilansir Pars Today, 3 Juni 2026, menjelang peringatan 14 dan 15 Khordad (4-5 Juni), Artesh mengeluarkan pernyataan yang mengenang Imam Khomeini dan syuhada revolusi. Mereka menegaskan bahwa peristiwa 15 Khordad adalah awal dari gerakan besar melawan tirani internal dan arogansi global.

Tahun ini, peringatan bersejarah ini berlangsung saat bangsa Iran berduka atas syahidnya Pemimpin Umat, Imam Khamenei, yang telah menghabiskan hidupnya untuk melindungi cita-cita revolusi dan martabat nasional.

Artesh menyatakan bahwa hubungan mendalam antara pemikiran Imam Khomeini dan warisan berharga Pemimpin Syahid akan menjadi mercusuar bagi bangsa Iran yang tak terkalahkan dan tangguh dalam menghadapi tantangan.

Pernyataan itu mencatat bahwa pengalaman empat dekade terakhir telah membuktikan bahwa bangsa Iran, dengan memanfaatkan ajaran para pemimpin revolusi, telah bertahan melawan semua sanksi, agresi, dan konspirasi musuh.

Artesh menekankan bahwa dengan semangat perlawanan dan kebijaksanaan yang sama, di bawah kepemimpinan Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, mereka berdiri tegak melawan musuh dan rencana jahat mereka.

Pernyataan itu diakhiri dengan jaminan bahwa Artesh tidak akan lengah dalam mempertahankan cita-cita para pemimpin revolusi, dan akan melindungi kemerdekaan, keamanan, dan integritas teritorial Iran terhadap musuh mana pun.

Pesan Artesh ini adalah cerminan dari kesedihan dan tekad yang mendalam. Di satu sisi, ada kesedihan karena kehilangan seorang pemimpin. Di sisi lain, ada tekad baja bahwa perlawanan tidak akan pernah berhenti. Ini bukan sekadar pernyataan militer; ini adalah pengakuan bahwa jalan yang telah dimulai oleh Imam Khomeini dan dilanjutkan oleh Imam Khamenei akan terus berlanjut, apapun risikonya.(Sail)