Bintang Barcelona Kibarkan Bendera Palestina di Atas Bus Juara
https://parstoday.ir/id/news/world-i189838-bintang_barcelona_kibarkan_bendera_palestina_di_atas_bus_juara
Pars Today - Bintang Barcelona, Lamine Yamal, mengibarkan bendera Palestina sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina yang tertindas selama perayaan gelar juara klub, menciptakan salah satu momen paling kontroversial dalam perayaan tersebut.
(last modified 2026-05-12T08:20:28+00:00 )
May 12, 2026 15:16 Asia/Jakarta
  • Bendera Palestina di perayaan gelar juara klub Spanyol
    Bendera Palestina di perayaan gelar juara klub Spanyol

Pars Today - Bintang Barcelona, Lamine Yamal, mengibarkan bendera Palestina sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina yang tertindas selama perayaan gelar juara klub, menciptakan salah satu momen paling kontroversial dalam perayaan tersebut.

Dilansir IRNA dari El Mundo, 12 Mei 2026, salah satu gambar paling kontroversial selama parade kemenangan Barcelona adalah Yamal berdiri di atas bus terbuka sambil melambaikan bendera Palestina. Adegan itu dengan cepat menyebar di media sosial, memicu reaksi beragam di antara para penggemar.

Perayaan gelar juara La Liga Barcelona menarik lebih dari 750.000 orang ke jalan-jalan Barcelona, menurut polisi setempat.

Salah satu orang pertama yang bereaksi di media sosial adalah politisi Spanyol Gabriel Rufian, yang memuji tindakan pemain internasional ini.

Menurut El Mundo, masih jarang bagi pesepak bola Spanyol, terutama yang lebih muda, untuk secara terbuka mengambil sikap politik tentang isu sensitif seperti Palestina. Oleh karena itu, gerakan berani Yamal telah menarik perhatian luas.

Tindakan Yamal dapat dilihat sebagai cerminan sensitivitas opini publik Spanyol terhadap perjuangan Palestina dan terhadap genosida yang dilakukan oleh rezim Zionis dalam perang yang tidak setara ini.

Di tengah hiruk-pikuk 750.000 suporter yang merayakan gelar, satu bendera Palestina yang dikibarkan oleh seorang remaja, Lamine Yamal, telah mencuri perhatian. Bukan hanya karena ia berani, tetapi karena ia sadar: dunia sepak bola tidak bisa terus berpura-pura bahwa genosida tidak terjadi di tempat lain. Di atas bus juara, Yamal tidak hanya membawa trofi; ia membawa suara mereka yang sedang dibantai.

Di saat para politisi Eropa masih ribut mendefinisikan "genosida" dengan bahasa diplomatik yang membosankan, seorang pemain berusia 17 tahun sudah mengambil sikap. Yamal tidak perlu pidato panjang. Ia hanya mengibarkan bendera dan dunia langsung mengerti.(Sail)