Velayati: Kami Kalahkan Trump di Medan Perang, Jangan Berharap Menang di Diplomasi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189824-velayati_kami_kalahkan_trump_di_medan_perang_jangan_berharap_menang_di_diplomasi
Pars Today - Anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran, dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada Presiden AS, menulis, "Kami mengalahkan Anda di 'medan perang'. Jangan pernah berpikir Anda akan menjadi pemenang dalam diplomasi."
(last modified 2026-05-12T06:43:52+00:00 )
May 12, 2026 13:13 Asia/Jakarta
  • Ali Akbar Velayati, anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran
    Ali Akbar Velayati, anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran

Pars Today - Anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran, dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada Presiden AS, menulis, "Kami mengalahkan Anda di 'medan perang'. Jangan pernah berpikir Anda akan menjadi pemenang dalam diplomasi."

Dilansir Pars Today, Ali Akbar Velayati menulis di X, "Trump mengatakan, 'Iran tidak akan tertawa lagi', dan ia berbicara tentang gencatan senjata dengan 'kemegahan yang luar biasa'. Namun Trump, sambil mengancam Iran dengan serangan nuklir secara implisit, tampaknya telah mempercayai kebohongan Pentagon tentang hasil mati dan menyembunyikan tingginya jumlah korban tentara AS."

Velayati menegaskan, "Tuan Trump, jangan pernah berpikir bahwa dengan mengeksploitasi ketenangan kami saat ini, Anda akan memasuki Beijing dengan penuh kemenangan. Pelajari dulu ABC tatanan geopolitik baru Asia Barat!"

Ia menambahkan, "Kami mengalahkan Anda di 'medan perang'. Jangan pernah berpikir Anda akan memenangkan diplomasi."

Ali Akbar Velayati mengirim pesan langsung kepada Trump saat presiden AS bersiap mengunjungi Beijing: medan perang sudah kalah, jangan mimpi menang di meja perundingan. Ini bukan sekadar kebanggaan, ini adalah pernyataan bahwa Iran akan memasuki setiap pembicaraan diplomatik dari posisi kekuatan, bukan posisi lemah.

Trump mengira gencatan senjata adalah "kemenangan besar". Namun mata-mata dan jenderalnya sendiri tahu: tidak ada kemenangan yang diraih. Yang ada adalah gencatan senjata karena kerugian sudah terlalu berat. Velayati mengingatkan: belajar dulu ilmu tatanan baru Asia Barat sebelum membayangkan naik podium di Beijing.(Sail)