Naim Qassem: Kami Berterima Kasih atas Dukungan Iran untuk Perlawanan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i189916-naim_qassem_kami_berterima_kasih_atas_dukungan_iran_untuk_perlawanan
Pars Today - Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, dalam sebuah pesan, menyatakan bahwa Lebanon berhadapan dengan musuh Israel yang biadab dan agresif dengan dukungan penuh AS. Namun, ia menegaskan bahwa sejarah perlawanan adalah pelajaran berharga.
(last modified 2026-05-14T04:52:59+00:00 )
May 14, 2026 11:50 Asia/Jakarta
  • Syaikh Naim Qassem, Sekjen Hizbullah
    Syaikh Naim Qassem, Sekjen Hizbullah

Pars Today - Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, dalam sebuah pesan, menyatakan bahwa Lebanon berhadapan dengan musuh Israel yang biadab dan agresif dengan dukungan penuh AS. Namun, ia menegaskan bahwa sejarah perlawanan adalah pelajaran berharga.

Dilansir Pars Today, 13 Mei 2026, Syaikh Naim Qassem dalam pesannya kepada Ayatullah Arafi, direktur bidang studi Islam di Iran, mengatakan, "Tahun 2000, kami mengusir musuh dari Lebanon selatan. Dalam perang 33 hari tahun 2006, kami mengalahkannya. Dalam pertempuran 'Uli Al-Ba's' dan kemudian 'Al-Asf Al-Ma'kul', sekali lagi kami berdiri teguh dan menunjukkan bahwa perlawanan ini tidak akan pernah menyerah."

Sekjen Hizbullah menegaskan, "Meskipun Sayid Hassan Nasrallah dan puluhan komandan serta pejuang terhormat gugur, dan meskipun kehancuran yang terjadi, musuh tidak akan mendapatkan apa pun selain kekecewaan, kemunduran, dan kekalahan."

Syaikh Naim Qassem menyampaikan apresiasi atas dukungan tulus dan berkelanjutan dari Republik Islam Iran sejak awal hingga saat ini. Dukungan yang dimulai atas perintah Imam Khomeini dan berlanjut di bawah bimbingan Imam Khamenei (Pemimpin Syahid Iran), melalui Korps Garda Revolusi (IRGC) dan khususnya Pasukan Quds.

Sekjen Hizbullah menekankan bahwa agresi AS-Zionis terhadap Iran adalah serangan terhadap bendera perlawanan, kemerdekaan, dan dukungan untuk Palestina dan Al-Quds. Namun, ia yakin bahwa bangsa Iran dan kepemimpinan bijaksananya, Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, akan melewati fase ini dengan kemenangan.

Pesan Naim Qassem kali ini tidak hanya sekadar pidato dukungan biasa. Ini adalah pengakuan historis bahwa perlawanan Lebanon dan Iran adalah satu kesatuan organik. Di mata Hizbullah, perang terhadap Iran adalah perang terhadap seluruh poros perlawanan. Namun sebaliknya, ketahanan Iran adalah bukti bahwa poros ini tidak akan runtuh dan musuh hanya akan menuai kegagalan.

Hizbullah juga mengingatkan sejarah: 2000, 2006, 2024. Setiap kali Zionis datang dengan senjata canggih, mereka pulang dengan peti mati. Kini giliran Iran. Musuh mengira dengan membombardir Iran, perlawanan akan mati. Ternyata yang terjadi justru sebaliknya: Serangan itu menyatukan kembali poros yang ingin mereka pecah. Naim Qassem tidak sedang meminta bantuan. Ia sedang mengatakan: "Kami di sini dulu, kami akan tetap di sini, dan kami akan menang lagi."(Sail)