Wamenlu Iran di Delhi: Blok Selatan Harus Counter Kesewenang-wenangan AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189934-wamenlu_iran_di_delhi_blok_selatan_harus_counter_kesewenang_wenangan_as
Pars Today - Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional mengumumkan bahwa pertemuan koordinator nasional BRICS di New Delhi telah berlangsung selama dua hari, dan akan diikuti oleh pertemuan para menteri luar negeri pada hari Kamis dan Jumat.
(last modified 2026-05-14T07:54:51+00:00 )
May 14, 2026 14:53 Asia/Jakarta
  • Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharib Abadi
    Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharib Abadi

Pars Today - Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional mengumumkan bahwa pertemuan koordinator nasional BRICS di New Delhi telah berlangsung selama dua hari, dan akan diikuti oleh pertemuan para menteri luar negeri pada hari Kamis dan Jumat.

Dilansir Pars Today dari IRNA, 14 Mei 2026, Kazem Gharib Abadi menulis di akun X, "Kehadiran aktif Republik Islam Iran dalam mekanisme seperti BRICS merupakan pilihan strategis untuk memperkuat multilateralisme sejati, memperluas kerja sama yang setara, dan berpartisipasi dalam membentuk tatanan yang lebih adil dalam hubungan internasional."

Gharib Abadi menegaskan, "Pertemuan para menteri luar negeri BRICS di New Delhi dapat menjadi kesempatan penting untuk berdialog tentang masa depan kerja sama Global South, mereformasi tata kelola ekonomi internasional, mengembangkan perdagangan yang independen, memperkuat hubungan keuangan dan perbankan, serta mengurangi ketergantungan negara-negara pada mekanisme yang diskriminatif dan sepihak."

Wakil Menteri Iran menulis, "Republik Islam Iran, dengan kapasitas geopolitik, energi, transit, sains, dan sumber daya manusianya, dapat memberikan kontribusi yang efektif terhadap agenda BRICS untuk pembangunan yang seimbang, keamanan ekonomi, konektivitas regional, dan memperkuat suara negara-negara merdeka. Dalam upaya ini, menentang tindakan koersif unilateral AS dan konsekuensinya yang ilegal dan anti-pembangunan adalah bagian tak terpisahkan dari pembelaan terhadap keadilan ekonomi dan hak rakyat untuk berkembang."

Diplomat senior Iran itu menegaskan, "BRICS akan memainkan peran historisnya secara lebih utuh ketika ia berubah menjadi platform untuk kerja sama yang setara, saling menghormati, independensi dalam pengambilan keputusan, dan pembelaan hak-hak rakyat melawan monopoli, sanksi, dan kebijakan paksaan. Masa depan dunia akan terbentuk melalui kerja sama, keadilan, dan multilateralisme sejati."

Di tengah tekanan sanksi dan isolasi diplomatik oleh Barat, Iran menggandeng BRICS sebagai tembok pertahanan kolektif. Gharib Abadi dengan tegas menyatakan bahwa blok ini tidak boleh hanya menjadi pertemuan tahunan biasa, tetapi harus menjadi kendaraan untuk melawan kesewenang-wenangan global. Ini adalah langkah nyata menuju tatanan dunia multipolar, di mana kekuatan tidak lagi terpusat di Washington, tetapi tersebar di pusat-pusat kekuatan baru.(Sail)