Gharib Abadi: Rancangan AS di DK PBB Upaya Mengalihkan Isu
-
Kazem Gharib Abadi, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Urusan Hukum dan Internasiona
Pars Today - Wakil Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Urusan Hukum dan Internasional menyatakan bahwa upaya AS dan beberapa sekutu regionalnya untuk mengajukan rancangan resolusi di Dewan Keamanan PBB mengenai Selat Hormuz merupakan upaya untuk mengalihkan isu, mengubah konsekuensi agresi militer dan blokade ilegal menjadi kasus terhadap negara yang menjadi sasaran ancaman, tekanan, dan serangan.
Dilansir Pars Today dari Mehr News Agency, 13 Mei 2026, Kazem Gharib Abadi menulis di media sosial, "Upaya AS dan beberapa sekutu regionalnya untuk mengajukan rancangan resolusi di Dewan Keamanan tentang Selat Hormuz adalah upaya baru untuk mengalihkan isu, mengubah konsekuensi agresi militer dan blokade ilegal menjadi sebuah kasus terhadap negara yang menjadi sasaran ancaman, tekanan, dan serangan."
Ia menambahkan, " 'Kebebasan navigasi' adalah prinsip hukum yang terhormat. Namun, ia tidak dapat ditafsirkan secara selektif, politis, dan terpisah dari Piagam PBB. Tidak ada inisiatif tentang keamanan maritim di kawasan ini yang dapat mengabaikan penggunaan kekerasan, blokade laut, ancaman berkelanjutan, dan peran langsung AS dan rezim Zionis dalam menciptakan krisis, sambil mengklaim netralitas atau kredibilitas hukum."
Gharib Abadi menegaskan, "Beberapa pemerintah berusaha menulis ulang konsekuensi dari tindakan ilegal mereka dalam bahasa 'tatanan internasional' . Pendekatan seperti itu tidak membantu mengurangi ketegangan, atau meningkatkan keamanan maritim, atau kredibilitas mekanisme multilateral."
Iran kembali menolak mentah-mentah rancangan resolusi AS di DK PBB. Menurut Tehran, ini adalah tipuan klasik Washington: mengubah korban agresi menjadi tersangka, dan melabeli perlawanan defensif sebagai pelanggaran. Gharib Abadi dengan tegas menyatakan bahwa tanpa mengakui akar krisis, yakni agresi dan blokade AS-Zionis, maka resolusi semacam itu tidak lebih dari sekadar teater politik di PBB. Dunia diajak untuk tidak tertipu.
Washington ingin PBB melabeli air laut sebagai "masalah", sementara api yang membakar kapal dan blokade yang mencekik mereka sebut sebagai "operasi penjaga perdamaian". Iran menolak: jangan ubah kobaran api menjadi isu hidrologi. Hentikan agresi, baru bicara Hormuz.(Sail)