Toofan: Lapis Baja Iran yang Tak Gentar Ranjau
-
Kendaraan lapis baja Toofan
Pars Today - Saat ini, perlindungan pasukan darat sendiri dari ranjau dan penyergapan musuh memiliki arti penting besar dalam pertempuran modern. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan menggunakan kendaraan lapis baja yang tahan terhadap ranjau dan penyergapan.
Dilansir Pars Today, 12 Mei 2026, MRAP adalah singkatan dari "Mine-Resistant Ambush Protected" yang berarti tahan dan terlindungi dari ranjau serta penyergapan. Rezim apartheid Afrika Selatan pada dekade 1970-an menjadi yang pertama menggunakan kendaraan terlindungi semacam ini. Namun, apa yang kini kita kenal sebagai MRAP, pada tahun 2007 diimplementasikan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat sebagai respons atas meningkatnya ancaman bom pinggir jalan (IED) selama perang Irak.
Program MRAP secara singkat dirancang untuk memperkuat ketahanan kendaraan terhadap bom pinggir jalan (IED) dan penyergapan. Penggunaan MRAP mengurangi korban jiwa pasukan, karena meski kendaraan mengalami kerusakan, para penumpang di dalamnya tetap terlindungi dari cedera dan kematian. MRAP digunakan dalam berbagai peran, seperti pengangkut personel, kendaraan patroli, pengawal konvoi, pengintaian tempur, hingga sebagai platform pemasangan senjata.
MRAP di Iran
Industri pertahanan Iran dalam empat dekade terakhir, khususnya pascaperang 8 tahun yang dipaksakan, telah menciptakan transformasi besar dalam penyediaan peralatan militer dan kebutuhan pertahanan negara, sehingga membuat Iran mandiri dari produksi dan peralatan asing.
Mengingat meningkatnya penggunaan ranjau anti-kendaraan dan berbagai jenis bom pinggir jalan, industri pertahanan telah mengembangkan berbagai jenis pengangkut personel anti-ranjau dan anti-penyergapan yang dikenal sebagai "MRAP", yang kini menjadi produk fungsional di bidang pertahanan dan pengamanan perbatasan.
MRAP "Toofan" merupakan salah satu pengangkut personel antiranjau dan antipenyergapan buatan Iran yang meningkatkan kelincahan dan efektivitas pasukan bersenjata dalam memerangi kelompok bersenjata ilegal, teroris, serta menjamin keselamatan prajurit. Kendaraan ini diproduksi oleh Organisasi Industri Pertahanan di bawah Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran untuk melaksanakan misi dukungan tempur dan operasi di wilayah perang.
Gambaran Umum
Kendaraan tahan ranjau dan penyergapan atau yang disebut MRAP "Toofan" adalah produk domestik pertama yang memenuhi standar kelas perlindungan ini. Prototipe Toofan pernah terlihat di pameran peralatan kepolisian (IPAS) pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, pada November 2016 (Aban 1395) dalam pameran IPAS, kendaraan terlindungi Toofan buatan Iran diperlihatkan kepada publik. Kendaraan ini tampaknya dirancang dengan mengadopsi desain sukses Kanada bernama Typhoon (Toofan) buatan perusahaan Streit Group, lalu diproduksi sepenuhnya secara lokal oleh para ahli Iran. Lini produksi kendaraan lapis baja ini diresmikan pada November 2018 (akhir Aban 1397) dengan penyerahan 5 unit pertama.
Amir Hatami, Menteri Pertahanan Iran saat itu, dalam acara peresmian MRAP Toofan menyatakan bahwa biaya akhir bagi industri pertahanan Iran untuk setiap kendaraan di kelas ini kurang dari 500 ribu dolar AS. Mengacu pada contoh serupa yang menunjukkan efisiensi produksi dalam negeri, angka ini tentu sangat signifikan dan bernilai.
MRAP Toofan untuk pertama kalinya tampil dalam parade pasukan bersenjata pada 22 September 2019 (31 Shahrivar 1398) di Tehran, dalam formasi kolom kendaraan Pasukan Darat Garda Revolusi. Kendaraan ini telah diserahkan kepada unit perbatasan Polisi Nasional (NAJA) dan Pasukan Darat Garda Revolusi, serta dapat berperan efektif dalam melindungi nyawa prajurit dan penjaga perbatasan Iran. Pengguna MRAP Toofan meliputi Pasukan Darat Garda Revolusi Islam, Korps Penjaga Perbatasan NAJA, dan Hashd al-Shaabi Irak.
Spesifikasi Teknis Toofan
Konfigurasi: 4×4 (semua roda penggerak)
Dimensi: Panjang 7 m | Lebar 2,47 m | Tinggi atap 3,01 m
Berat: 14 ton
Perlindungan: STANAG 4569 Level 3
Tahan peluru hingga kaliber 7,62×51 mm
Tahan ledakan 8 kg TNT di bawah lambung
Tahan hantaman artileri 155 mm dari jarak 60 meter
Desain lambung: Bentuk-V untuk memaksimalkan defleksi gelombang ledakan
Mobilitas:
- Mesin diesel 8 silinder, pendingin air, 260 HP
- Transmisi manual 9-percepatan
- Kecepatan maksimal jalan raya: 100 km/jam
- Kemampuan mengarungi air: kedalaman 1,5 meter
- Mampu menanjak: longitudinal 60% | lateral 30%
- Mampu melewati rintangan vertikal setinggi 50 cm
Ban: Run-flat (tetap beroperasi hingga 50 km dalam kondisi bocor) + sistem kontrol tekanan ban terpusat
Kapasitas awak: 1 pengemudi + 1 komandan + 8 prajurit bersenjata
Akses: Pintu terpisah untuk pengemudi dan penumpang depan; pintu penumpang belakang di bagian ekor kendaraan
Senjata: 8 port tembak + menara atap setinggi 44 cm untuk senapan mesin berat 14,5 mm + pelindung operasional penembak
Fitur tambahan:
- Kamera depan dan belakang untuk visibilitas rendah
- AC dan sistem pemanas/penyejuk untuk kenyamanan awak
- Kursi tahan guncangan dan benturan akibat ledakan
Mengapa Toofan Penting?
Tingkat perlindungan ini dinilai memadai untuk kondisi perbatasan Iran dan mampu menetralisir sebagian besar ancaman. Kendaraan ini juga memiliki potensi untuk ditingkatkan ke level perlindungan yang lebih tinggi. Untuk ancaman seperti roket seri RPG, zirah sangkar (cage armor) yang telah lama tersedia di Iran dapat dengan mudah dipasang pada kendaraan ini.
Toofan membuktikan bahwa Iran mampu memproduksi kendaraan tempur lapis baja secara mandiri, dengan biaya produksi jauh lebih rendah dibandingkan impor, tanpa mengorbankan standar perlindungan inti yang dibutuhkan untuk misi perbatasan dan operasi kontra-teror.(Sail)