Doktrin Zionis Runtuh: Dari Kebuntuan di Gaza hingga Kegagalan Lawan Iran
-
PM Israel Benjamin Netanyahu
Pars Today - Para pakar meyakini bahwa rezim Zionis mengalami kebuntuan keamanan dan geopolitik yang mendalam, dari Gaza hingga Tehran, dalam upayanya melancarkan strategi agresifnya. Doktrin pencegahannya secara praktis telah runtuh.
Dilansir Pars Today, situs web Arabi21 dalam sebuah laporan menulis bahwa rezim pendudukan Israel, dengan mengadopsi doktrin keamanan ekstremis yang didasarkan pada permusuhan permanen, telah memasuki fase krisis struktural yang meluas dari Gaza hingga Tehran.
Laporan ini menekankan bahwa kebuntuan saat ini bukanlah situasi sementara, melainkan cerminan dari krisis mendalam dalam pola pikir kolonial yang menguasai struktur politik Tel Aviv.
Menurut analisis ini, rezim Zionis, yang membuka beberapa front perang secara bersamaan, telah kehilangan kapasitas militer dan simboliknya. Slogan "kemenangan mutlak di Gaza" kini hanya menjadi bingkai kosong dan retorika politik belaka.
Di front utara Palestina yang diduduki, janji Tel Aviv untuk "menghancurkan Hizbullah" telah bertabrakan dengan realitas perlawanan di lapangan, yang mengakibatkan perpindahan penduduk Zionis secara terbalik, terutama di pemukiman Kiryat Shmona di sepanjang perbatasan Lebanon.
Situs berita berbahasa Inggris itu melanjutkan bahwa pukulan telak Iran terhadap wilayah pendudukan dalam perang terbaru juga telah membuat para pengambil keputusan Zionis berada dalam kondisi ketidakberdayaan total.
Gaza tidak menyerah. Hizbullah tidak pergi. Iran tidak tunduk. Zionis membuka tiga front sekaligus, dan ketiganya berakhir dengan jalan buntu. Yang tersisa hanyalah slogan "kemenangan mutlak" yang bergema di lorong kosong kantor Netanyahu. Doktrin yang dibangun di atas permusuhan abadi, pada akhirnya hanya melahirkan kekalahan abadi.(Sail)