Iran di PBB: Tekanan AS Tak Bisa Legitimasi Aksi Ilegal
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189942-iran_di_pbb_tekanan_as_tak_bisa_legitimasi_aksi_ilegal
Pars Today - Perwakilan Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa menilai upaya Amerika Serikat menampilkan peningkatan jumlah negara pendukung rancangan resolusi anti-Iran terkait Selat Hormuz sebagai langkah yang konyol dan penuh tipu daya.
(last modified 2026-05-14T08:42:14+00:00 )
May 14, 2026 15:41 Asia/Jakarta
  • Amir Saeed Iravani, Perwakilan Tetap Iran di PBB
    Amir Saeed Iravani, Perwakilan Tetap Iran di PBB

Pars Today - Perwakilan Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa menilai upaya Amerika Serikat menampilkan peningkatan jumlah negara pendukung rancangan resolusi anti-Iran terkait Selat Hormuz sebagai langkah yang konyol dan penuh tipu daya.

Dilansir Pars Today, 14 Mei 2026, Amir Saeed Iravani, Perwakilan Tetap Iran di PBB, pada hari Rabu (13/5) waktu setempat menyatakan bahwa upaya Washington menampilkan dukungan luas internasional terhadap rancangan resolusi tersebut, yang didorong motif politik, sebagai bentuk isolasi terhadap Iran adalah tindakan yang tidak masuk akal dan manipulatif.

Ia menegaskan, "Tidak ada jumlah dukungan yang diperoleh melalui tekanan dan paksaan yang dapat memberikan legitimasi terhadap tindakan ilegal Washington di kancah internasional, termasuk blokade laut, serangan, dan penyitaan ilegal kapal-kapal dagang Iran, serta penyanderaan awak kapal dengan cara yang menyerupai pembajakan."

Iravani menambahkan, "Semua pihak tahu bahwa banyak negara bergabung dengan rancangan resolusi ini karena tekanan politik, paksaan, bahkan ancaman."

Ia melanjutkan, "Klaim perwakilan Amerika Serikat tentang dukungan luas tidak lebih dari upaya putus asa untuk menciptakan legitimasi bagi tujuan politik yang telah ditentukan sebelumnya, melemahkan kredibilitas Dewan Keamanan PBB, serta menyediakan selubung politik bagi tindakan-tindakan ilegal."

Sebelumnya, pada 5 Mei 2026, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan, "Amerika Serikat bersama Bahrain dan mitra Teluk Persia-nya, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar, telah mengajukan rancangan resolusi mengenai Selat Hormuz kepada Dewan Keamanan."(Sail)