Bahasa Persia: Pilar Suara Independen Iran di Dunia
-
Sayid Abbas Salehi, Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran
Pars Today - Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran menegaskan bahwa jika hari ini Iran, dengan segala dinamika sejarahnya, tetap memiliki suara independen dan budaya yang berakar kuat di dunia, maka salah satu pilar utama keberlangsungan itu tak lain adalah bahasa Persia.
Dilansir Pars Today dari IRNA, 14 Mei 2026, Sayid Abbas Salehi, Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran, dalam pesan tertulisnya memperingati Hari Pelestarian Bahasa dan Sastra Persia serta penghormatan kepada Ferdowsi, menulis, "Bahasa Persia merupakan salah satu manifestasi paling megah dari kesinambungan sejarah dan budaya Iran-zamin; bahasa yang selama berabad-abad telah menjadi pembawa hikmah, puisi, tasawuf, ilmu pengetahuan, dan narasi bersama masyarakat yang berhasil mempertahankan identitasnya di tengah gejolak sejarah."
Salehi menekankan bahwa bahasa Persia bukan sekadar alat komunikasi, melainkan benteng peradaban. "Hari Pelestarian Bahasa Persia dan penghormatan kepada Hakim Abul Qasim Ferdowsi adalah momen untuk merenungkan kembali posisi warisan agung ini: menghormati memori sejarah, kemandirian budaya, dan warisan leluhur Iran-zamin yang selama berabad-abad menjadi salah satu wujud utama resistensi budaya kita terhadap asimilasi dan alienasi diri, sambil tetap mampu berinteraksi dengan dunia tanpa kehilangan akar dan keasliannya."
Menteri Iran itu juga memuji Ferdowsi, penyair abad ke-4 Hijriah, yang melalui tiga dekade kerja keras berhasil menciptakan karya yang kini diakui sebagai salah satu epik terbesar dunia.
"Shahnameh bukan sekadar kitab puisi," tegas Salehi, "melainkan khazanah sejarah, mitologi, budaya, dan nilai-nilai Iran yang diwariskan lintas generasi dan terus menginspirasi rakyat Iran serta penutur bahasa Persia di seluruh dunia."(Sail)