Ancaman AS terhadap Iran adalah Pemerasan Politik dan Psikologis
Seorang pakar Iran dalam masalah internasional, dengan menganalisis perilaku terbaru Washington dan Tel Aviv terkait Iran, menyatakan bahwa ancaman Amerika terhadap Iran lebih bersifat politik dan psikologis daripada ancaman nyata.
Mostafa Khosh-Cheshm, pakar Iran dalam masalah internasional, mengatakan: Kegagalan rencana berlapis rezim Zionis dalam “perang 12 hari” dengan Iran menjadi titik balik yang menunjukkan bahwa musuh tidak hanya gagal melemahkan kekuatan militer Iran, tetapi juga meningkatkan kohesi internal Iran.
Menurut Pars Today, ia menambahkan: Setelah perang berhenti, Amerika dan rezim Zionis mencoba jalur lain untuk menutupi kegagalan mereka; mulai dari perang kombinasi dan serangan siber, hingga tekanan diplomatik dan upaya mengaktifkan mekanisme “pemicu” (snapback). Fokus pada masalah ekonomi dan mengubah ketidakpuasan menjadi kerusuhan juga merupakan bagian dari strategi ini.
Menurut Khosh-Cheshm, Amerika dan Israel berupaya menciptakan kerusuhan, mengaktifkan sel teroris, dan bahkan menyiapkan skenario untuk menduduki beberapa kota di Iran, namun semua skenario ini gagal total.
Pakar Iran ini menekankan: Struktur kekuatan Iran dan tingginya biaya setiap bentuk konflik membuat Amerika hanya mampu menciptakan suasana ketakutan dan tekanan media, tanpa keberanian untuk terlibat dalam perang nyata. Oleh karena itu, ancaman Amerika terhadap Iran lebih bersifat politik dan psikologis daripada ancaman riil.(PH)