Eurasia
Peresmian Pasar Listrik Asia Tengah
-
Jaringan listrik
Pars Today - Bank Dunia menyetujui program Interkoneksi dan Perdagangan Listrik Regional (REMIT) 10 tahun di Asia Tengah.
Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia telah menyetujui program Interkoneksi dan Perdagangan Listrik Regional (REMIT) 10 tahun. Inisiatif ambisius ini dirancang untuk menciptakan pasar listrik regional pertama di Asia Tengah dan bertujuan untuk memperkuat perdagangan listrik lintas batas, meningkatkan kapasitas transmisi energi, dan memperluas penggunaan energi terbarukan skala besar.
Menurut situs Central Asia Times, permintaan listrik di kawasan ini diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat pada tahun 2050, tapi perdagangan listrik saat ini hanya memenuhi tiga persen dari total kebutuhan kawasan ini.
Program REMIT berupaya memanfaatkan beragam sumber daya energi negara-negara Asia Tengah dan menggunakannya secara komplementer. Pembangkit listrik tenaga air di Kyrgyzstan dan Tajikistan, pembangkit listrik tenaga termal dari batu bara dan gas alam di Kazakhstan, Turkmenistan, dan Uzbekistan, serta kapasitas tenaga surya dan angin yang berkembang di kawasan ini, semuanya merupakan bagian dari rencana tersebut.
Rencana ini bertujuan untuk menciptakan pasar listrik regional, memperluas perdagangan listrik di tingkat regional untuk melayani jutaan konsumen, dan membuat sistem listrik di kawasan ini lebih saling terhubung dan tangguh dengan meningkatkan kapasitas transmisi.
Negara-negara CIS dukung kepresidenan Turkmenistan
Negara-negara CIS, di sisi lain, telah menyatakan dukungan penuh mereka untuk kepresidenan Turkmenistan di organisasi ini pada tahun 2026, yang mencerminkan konsensus mereka tentang peran Ashgabat dalam blok pasca-Soviet.
Menurut pernyataan Komite Eksekutif Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS), negara-negara anggota sepakat untuk membantu Turkmenistan dalam melaksanakan program kepemimpinannya, termasuk dukungan organisasi, analitis, dan koordinasi, seperti yang dilaporkan oleh situs Times of Central Asia.
Komitmen itu dibahas selama konsultasi yang dihadiri oleh para pejabat Persemakmuran Negara-Negara Merdeka dan perwakilan negara-negara anggota, dengan fokus pada keberlanjutan dan kerja sama praktis di dalam organisasi ini.
Turkmenistan, yang mempertahankan kebijakan netralitas permanen dan biasanya membatasi partisipasinya dalam lembaga multilateral, diharapkan akan menggunakan kepemimpinannya untuk menekankan kerja sama ekonomi, konektivitas transportasi, dan inisiatif kemanusiaan.(sl)