Pesan Tegas Tehran: Rudal dan Pengayaan Uranium Garis Merah!
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185164-pesan_tegas_tehran_rudal_dan_pengayaan_uranium_garis_merah!
Pars Today - Menteri Luar Negeri Iran menekankan bahwa Republik Islam Iran tidak akan bernegosiasi tentang rudalnya karena ini murni masalah pertahanan.
(last modified 2026-02-08T07:10:38+00:00 )
Feb 08, 2026 14:09 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi
    Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi

Pars Today - Menteri Luar Negeri Iran menekankan bahwa Republik Islam Iran tidak akan bernegosiasi tentang rudalnya karena ini murni masalah pertahanan.

Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi menyatakan bahwa tidak ada negosiasi tentang rudal Iran.

Menurutnya, "Baik sekarang maupun di masa depan kita tidak dapat bernegosiasi tentang rudal karena ini murni masalah pertahanan dan tidak dapat dinegosiasikan."

Menlu Iran menambahkan, "Masalah rudal adalah masalah internal yang berkaitan dengan rakyat Iran, dan tidak ada pihak asing yang dapat ikut campur dalam urusan internal Iran. Lebih jauh lagi, masalah regional berkaitan dengan kawasan itu sendiri dan tidak ada hubungannya dengan negara-negara di luar kawasan."

Mengenai negosiasi dengan Amerika Serikat di Muscat, Oman, Menteri Luar Negeri Iran juga mengatakan, "Negosiasi nuklir dengan Washington adalah titik awal yang baik dan dapat dilanjutkan dengan pendekatan yang sama, dan tentu saja, masih ada jalan panjang untuk membangun kepercayaan."

Araghchi menekankan bahwa pembicaraan Muscat bersifat tidak langsung, melalui Oman, dan hanya mengenai isu nuklir. Amerika tidak membahas isu lain, dan disepakati hanya untuk membahas isu nuklir, dan hal ini dipatuhi dalam pembicaraan itu.

Pengayaan Uranium Hak Iran dan Berkesinambungan

Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa isu pelarangan pengayaan tidak dapat dinegosiasikan dari perspektif Iran dan berada di luar kerangka pembicaraan.

Menurutnya, "Pengayaan uranium adalah hak Iran dan harus dilanjutkan, tingkat pengayaan bergantung pada kebutuhan Iran, posisi kedaulatan Iran adalah menentang transfer uranium ke luar negeri, sementara Iran siap untuk mengurangi tingkat pengayaan.

Menlu Iran menyatakan, "Tehran siap mencapai kesepakatan tentang pengayaan sehingga pihak Barat dalam masalah ini dapat yakin bahwa pengayaan ini untuk tujuan damai."

"Masalah nuklir Iran hanya dapat diselesaikan melalui negosiasi," tegas Araghchi.

Tehran-Washington Sepakat Lanjut Putara Kedua

Menteri Luar Negeri Iran juga mengatakan tentang putaran kedua pembicaraan dengan Amerika Serikat, "Waktu spesifik untuk putaran kedua pembicaraan belum ditentukan, tetapi Tehran dan Washington percaya bahwa itu harus segera diadakan."

Menyatakan bahwa proses negosiasi harus bebas dari ancaman atau tekanan apa pun, Araghchi mengatakan, "Iran siap untuk kesepakatan yang adil dan lengkap, dan jika ada kemauan untuk mencapai hasil, itu akan membuahkan hasil."

AS Menyerang, Kami Hancurkan Pangkalan Militer

Menteri Luar Negeri Iran juga mengatakan tentang kemungkinan perang dan tanggapan Iran terhadap kemungkinan serangan Amerika, "Kemungkinan perang selalu ada dan Iran siap untuk mencegah perang."

Sayid Abbas Araghchi menekankan bahwa Republik Islam tidak menginginkan perang regional dan negara-negara di kawasan itu juga tidak menginginkan hal seperti itu, tetapi serangan apa pun oleh Amerika Serikat dapat mengubah situasi. Jika diserang oleh Amerika Serikat, Iran tidak akan menyerang negara-negara tetangga, tetapi akan menyerang pangkalan-pangkalan Amerika, dan ada perbedaan antara menyerang pangkalan-pangkalan Amerika dan negara-negara tetangga."

Putaran baru pembicaraan nuklir Iran-AS diadakan di Muscat pada hari Jumat, 6 Februari, dengan mediasi Kesultanan Oman. Dalam putaran pembicaraan ini, tim negosiasi Iran dan AS menyampaikan sejumlah pendapat, pertimbangan, dan pendekatan mereka satu sama lain melalui Menteri Luar Negeri Oman.(sl)