Iran Kukuh di 'Garis Merah', Azizi: Trump Sehari Ancang, Sehari Meratap
-
Ebrahim Azizi,Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran
Pars Today - Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran menyatakan bahwa Republik Islam Iran tidak akan mundur dari garis merahnya, termasuk hak pengayaan uranium, stok uranium yang diperkaya, pengelolaan Selat Hormuz, dan pencabutan sanksi.
Ebrahim Azizi, 28 Mei 2026, menulis di media sosial, "Republik Islam Iran tidak akan mundur dari garis merahnya, seperti hak pengayaan, uranium yang diperkaya, pengelolaan Hormuz, dan pencabutan sanksi."
Ia menambahkan: "Donald Trump, untuk keluar dari kebuntuan strategis ini, di satu sisi menggunakan alat ancaman, dan di sisi lain merengek untuk mencapai kesepakatan."
Pernyataan tegas dari anggota parlemen ini mengirimkan sinyal yang jelas ke Washington: tekanan tidak akan berhasil mengubah prinsip fundamental Iran. Teks tersebut secara implisit mengejek strategi Trump yang berubah-ubah, menggambarkannya sebagai "suatu hari mengancam, hari berikutnya memohon." Ini adalah pesan bahwa Iran tidak akan memberi jalan, meskipun perang terus berlanjut.(Sail)