Wawancara Pars Today dengan Yasin Ahmadi tentang Iran
Dari Kisah-Kisah Qur'ani hingga Mitos Shahnameh
-
Wawancara Pars Today dengan Yasin Ahmadi tentang Iran
Pars Today – Di sebuah rumah yang suara lantunan Al-Qur’an sang ibu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dan malam-malam Ramadan bermakna melalui bacaan ayat-ayat ilahi, lahirlah sebuah gagasan yang kemudian berkembang menjadi produksi Al-Qur’an multidimensi untuk anak-anak; sebuah ide yang tumbuh dari iman, keluarga, dan kepedulian terhadap pendidikan generasi baru.
Menurut laporan Pars Today, “Yasin Ahmadi”, kelahiran 1993, lulusan sastra drama dan manajer penjualan penerbit Nashr Azhin, berangkat dari pengalaman keluarga yang sederhana menuju jalan yang kini ia tempuh: menghubungkan anak-anak Iran dengan Al-Qur’an, cerita, budaya, dan identitas nasional. Ia mengatakan bahwa suatu malam di bulan Ramadan, ketika ibunya menggunakan “pena pintar” untuk membacakan Al-Qur’an kepada cucunya, muncul pertanyaan dalam benaknya: mengapa anak-anak tidak bisa merasakan keindahan ayat-ayat Al-Qur’an melalui gambar, suara, dan teknologi?
Dari kegelisahan itu lahirlah produksi Al-Qur’an multidimensi untuk anak-anak, yang kemudian berkembang menjadi Shahnameh tiga dimensi dan rekonstruksi tokoh-tokoh heroik Iran untuk generasi masa kini.
Ringkasan wawancara
T: Silakan perkenalkan diri Anda.
A: Saya Yasin Ahmadi, lahir tahun 1993, lulusan sastra drama dan manajer penjualan penerbit Nashr Aghrin.
T: Bagaimana ide Al-Qur’an multidimensi untuk anak muncul?
A: Saya dibesarkan dalam keluarga religius. Ibu saya sangat rajin membaca Al-Qur’an, meskipun tidak banyak bisa membaca secara formal dan sering membaca secara hafalan. Beberapa tahun terakhir beliau menggunakan pena pintar. Ide ini muncul ketika saya melihat ibu saya membacakan Al-Qur’an kepada keponakan saya pada malam Ramadan. Saya berpikir, mengapa anak-anak tidak bisa mengenal Al-Qur’an melalui gambar, suara, teknologi, dan cerita?
T: Bagaimana prosesnya?
A: Kami mendesain Al-Qur’an untuk anak usia dini, dimulai dari surat-surat pendek. Kami membuat desain cetak, mengembangkan aplikasi, lalu menerbitkan beberapa jilid. Pengguna bisa mengunduh aplikasi gratis, lalu mendengarkan ayat demi ayat. Terdapat juga penjelasan asbāb al-nuzūl dan animasi cerita. Ada fitur “qari kecil” yang memungkinkan anak merekam bacaannya dan mengirimkan ke orang tua.
Dari Al-Qur’an ke Shahnameh
T: Mengapa kemudian membuat Shahnameh?
A: Budaya bangsa ini sama pentingnya dengan Al-Qur’an bagi saya. Saat ulang tahun keponakan saya, saya melihat anak-anak memakai kostum Spider-Man. Saya sedih karena kita memiliki pahlawan seperti Rustam dan Esfandiyar, tetapi anak-anak justru mengenal tokoh Barat. Itu menjadi motivasi saya.
T: Bagaimana proses produksi Shahnameh 3D?
A: Kami tim kecil tiga orang. Saya menulis ulang cerita, teman-teman saya membuat model, animasi, dan pemrograman. Kami ingin anak-anak bisa melihat dan merasakan cerita, bukan hanya membaca. Kami telah menerbitkan enam judul Shahnameh 3D.
Tentang Shahnameh dan Iran
T: Siapa tokoh favorit Anda?
A: Esfandiyar. Ia pahlawan yang menurut saya kurang dikenal.
T: Apa arti Iran bagi Anda?
A: Iran adalah negara dengan keragaman bahasa, budaya, dan sejarah yang sangat luas. Saya bangga pada peradaban ini.
T: Definisi Shahnameh dalam satu kalimat?
A: Shahnameh adalah kitab cinta dan moralitas.
T: Penyebab konflik dengan Iran menurut Anda?
A: Menurut saya perang berasal dari keserakahan, kecemburuan, dan ketakutan terhadap akar sejarah bangsa.
Selanjutnya, apa yang sedang Anda kerjakan?"
Sebelum Perang Ramadhan, kami sedang memproduksi seri enam jilid tentang Teluk Persia. Seri ini mencakup:
- Sejarah politik Teluk Persia
- Etnis dan spesies
- Ekosistem
- Legenda
- Tokoh-tokoh abadi kawasan ini (seperti Rais Ali Delvari, Syahid Sardar Tangsiri)
- Kekuatan militer Iran di Teluk Persia
"Mengapa memilih Teluk Persia?"
Jika Iran adalah seorang manusia, maka Teluk Persia adalah KTP-nya. KTP ini sangat penting dan sah sehingga semua orang menginginkannya.
"Apa arti tanah air (watan) menurut Anda?"
Tanah air berarti 'raga' . Apa yang lebih tinggi dari itu bagi kita?