Ketua Asosiasi Budaya Iran: Shahnameh Satukan Hati dan Bahasa Bangsa Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189990-ketua_asosiasi_budaya_iran_shahnameh_satukan_hati_dan_bahasa_bangsa_iran
Pars Today – Acara mengenang Hakim Abul Qasim Ferdowsi, penyair dan orator besar Iran, dengan tajuk "Shahnameh; Epik Ketahanan Iran" digelar dengan dihadiri para profesor dan peneliti bahasa dan sastra Persia.
(last modified 2026-05-16T04:43:20+00:00 )
May 16, 2026 11:40 Asia/Jakarta
  • Hari Mengenang Ferdowsi
    Hari Mengenang Ferdowsi

Pars Today – Acara mengenang Hakim Abul Qasim Ferdowsi, penyair dan orator besar Iran, dengan tajuk "Shahnameh; Epik Ketahanan Iran" digelar dengan dihadiri para profesor dan peneliti bahasa dan sastra Persia.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Mahmoud Shalouei, Ketua Asosiasi Karya dan Tokoh Budaya Iran, pada hari Kamis (15/5/2026) dalam acara peringatan Hakim Abul Qasim Ferdowsi, penyair besar Iran, dengan tajuk "Shahnameh; Epik Ketahanan Iran" mengatakan: "Ferdowsi, hakim (cendekiawan) terkemuka dan orator Iran, dengan jiwanya yang agung, lidahnya yang tajam, dan pikirannya yang kuat, telah mampu selama bertahun-tahun menemukan tempat yang kokoh dan abadi dalam jiwa dan sanubari bangsa Iran."

 

Ia mengatakan: "Bangsa Iran, dengan berpedoman pada Shahnameh dan ajaran-ajaran Ferdowsi, akan tetap bersatu hati dan sebahasa, dan kebersamaan ini dapat menjadi landasan bagi pertumbuhan dan kecemerlangan mereka yang lebih besar."

 

Dalam kelanjutan pertemuan ini, Mir Jalaleddin Kazzazi, tokoh abadi sastra dan bahasa Persia, menganggap Shahnameh sebagai karya yang lahir dalam ranah pemikiran, budaya, dan jiwa manusia, dan mampu menyelamatkan Iran dari bahaya perpecahan dan keruntuhan.

 

Profesor emeritus universitas ini mengatakan: "Keteguhan bangsa Iran dalam menghadapi serangan asing adalah ujian besar dalam sejarah kita; karena bangsa Iran, seperti ujian-ujian penentu nasib lainnya, keluar darinya dengan kepala tegak."

 

Mohammad Jafar Yahaghi, anggota tetap Akademi Bahasa dan Sastra Persia, dalam pertemuan ini mengatakan: "Di zaman di mana masyarakat lebih dari sebelumnya membutuhkan solidaritas, kebersamaan hati, dan kerja sama, ajaran-ajaran budaya Shahnameh adalah penunjuk jalan. Shahnameh bukan hanya karya nasional, tetapi memiliki dimensi-dimensi kemanusiaan dan universal, dan pesannya, melampaui batas-batas geografis dan etnis, merujuk pada keseluruhan manusia dan nilai-nilai kemanusiaan bersama." Ia menambahkan: "Bangsa Iran, dengan berpegang pada ajaran-ajaran Iran dan Islam, terutama ajaran-ajaran Shahnameh, dapat mempertahankan kemerdekaan, keteguhan, dan identitasnya."

 

Sementara itu, Mahmoud Jaafari Dehaghi, profesor kelompok budaya dan bahasa-bahasa kuno Universitas Tehran, mengatakan: "Sejak dahulu, bangsa Iran telah menggunakan pola yang berulang sebagai cara untuk menghadapi invasi asing. Pola ini mencakup beberapa bagian; pertama, perlawanan militer di mana para jenderal dan pejuang Iran berdiri melawan para penjajah."

 

Di sisi lain, Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, di akun media sosial X-nya, menyebut Hakim Tus sebagai puncak budaya dan identitas Iran, dan mengatakan: "Ferdowsi, dengan menggubah Shahnameh, meniupkan ruh Iran ke dalam kata-kata, dan meninggalkan narasi abadi tentang kemerdekaan, keadilan, dan kebijaksanaan bagi generasi-generasi Iran sebagai warisan, dan menjalin ikatan abadi antara para pahlawan nasional dan religius Iran."

 

Tanggal 25 Ordibehesht dalam kalender resmi Iran tercatat sebagai Hari Peringatan Hakim Abul Qasim Ferdowsi dan Hari Penghormatan Bahasa Persia. Hari ini adalah kesempatan berharga untuk mengingat kembali peran tak tergantikan seorang penyair yang, dengan menggubah Shahnameh, tidak hanya menghidupkan sastra Persia tetapi juga identitas budaya Iran selama berabad-abad. (MF)