Pesan Rahbar Bertepatan dengan Hari Penghormatan Bahasa Persia dan Mengenang Ferdowsi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189988-pesan_rahbar_bertepatan_dengan_hari_penghormatan_bahasa_persia_dan_mengenang_ferdowsi
Pars Today – Pesan Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam dirilis Jumat, 25 Ordibehesht (15/5/2026), bertepatan dengan Hari Penghormatan Bahasa Persia dan Mengenang Hakim Abul Qasim Ferdowsi, penyair besar Iran.
(last modified 2026-05-16T04:15:10+00:00 )
May 16, 2026 11:12 Asia/Jakarta
  • Rahbar, Sayid Mojbata Khamenei
    Rahbar, Sayid Mojbata Khamenei

Pars Today – Pesan Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam dirilis Jumat, 25 Ordibehesht (15/5/2026), bertepatan dengan Hari Penghormatan Bahasa Persia dan Mengenang Hakim Abul Qasim Ferdowsi, penyair besar Iran.

Berikut adalah teks pesan Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, yang dirilis pada kesempatan 25 Ordibehesht, Hari Penghormatan Bahasa Persia dan Peringatan Hakim Abul Qasim Ferdowsi:

 

Bahasa Persia, selain sebagai alat bicara dan tulisan, membentuk wadah pengetahuan dan benang penghubung pemikiran serta batas-batas identitas bangsa Iran. Bahasa dan sastra Persia adalah salah satu kapasitas terbesar untuk mempromosikan budaya dan peradaban kaya Iran Islam dalam skala global. Rekomendasi pemimpin kami yang bijaksana dan syahid – semoga Allah mengangkat derajatnya – untuk memperkuat bahasa Persia, adalah lentera penerang bagi kekuasaan 'peradaban Iran-Islam'.

 

Bangsa Iran yang terhormat, dalam pertahanan suci ketiga (Perang Ramadan), seperti dua perang agresif sebelumnya, membuktikan bahwa kisah-kisah mitologis Ferdowsi adalah realitas kehidupan dan karakter heroik mereka. Konsep-konsep pembangun karakter, kepahlawanan, dan Qur'ani dari Shahnameh menyatukan hati dan jiwa semua etnis dan lapisan masyarakat Iran dalam menjaga identitas, orisinalitas, dan kemandirian mereka serta melawan para 'Zahak' agresor. Epik kehadiran, pertahanan, dan kemenangan ini meletakkan tugas besar di pundak para pegiat budaya, sastra, dan seni untuk bangkit seperti Ferdowsi dan mewujudkan misi para seniman sejalan dengan misi rakyat; memadukan pemikiran, pena, dan bahasa dengan seni, dan mengabadikan narasi kebangkitan besar bangsa dalam sejarah.

 

Di sisi lain, perlawanan heroik dan kemenangan gemilang melawan serangan para raksasa jahat dan setan-setan dunia telah mempersiapkan bangsa untuk melindungi kemandirian peradaban dan melawan invasi bahasa, budaya, dan gaya hidup Amerika. Dengan inisiatif dan inovasi para pegiat budaya dalam rangka menyediakan pertahanan bahasa dan wacana serta pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, remaja, dan pemuda, bangsa akan melangkah lebih mantap pada tahap-tahap tersisa menuju kemenangan akhir, dengan pertolongan Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi.” (MF)