Kedubes Iran: Kami Menyaksikan Bentuk Terburuk Intervensi Politik dalam Olahraga
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191056-kedubes_iran_kami_menyaksikan_bentuk_terburuk_intervensi_politik_dalam_olahraga
Pars Today - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Turki, dengan merujuk pada perluasan permusuhan sewenang-wenang pemerintah AS ke ranah olahraga yang secara praktis telah merampas hak tim nasional Iran untuk hadir dan berkompetisi di Piala Dunia dalam kondisi normal tanpa tekanan dan stres yang tidak wajar, menegaskan, "Ini adalah bentuk terburuk yang mungkin dari intervensi politik berpihak dalam olahraga."
(last modified 2026-06-07T08:28:11+00:00 )
Jun 07, 2026 15:09 Asia/Jakarta
  • Tim Melli Sepak Bola Iran
    Tim Melli Sepak Bola Iran

Pars Today - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Turki, dengan merujuk pada perluasan permusuhan sewenang-wenang pemerintah AS ke ranah olahraga yang secara praktis telah merampas hak tim nasional Iran untuk hadir dan berkompetisi di Piala Dunia dalam kondisi normal tanpa tekanan dan stres yang tidak wajar, menegaskan, "Ini adalah bentuk terburuk yang mungkin dari intervensi politik berpihak dalam olahraga."

Melansir Pars Today dari IRNA, 7 Juni 2026, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Ankara, dalam tanggapan terhadap klaim Tom Barrett, Duta Besar AS di Turki, mengenai penerbitan visa untuk tim nasional Iran, menulis di jaringan X kepadanya:

"Anda tidak bisa hanya dengan memuji diri sendiri, membersihkan perilaku yang melanggar peraturan FIFA dan bertentangan dengan kewajiban negara tuan rumah, Amerika Serikat. Mengapa Anda tidak mengatakan bahwa visa tidak diterbitkan untuk sebagian besar manajer dan staf eksekutif, konsultan teknis, dan orang-orang lain yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari setiap tim nasional sepak bola?"

Kedutaan Iran di Turki, dengan menegaskan bahwa perlakuan sengaja dan diskriminatif terhadap tim nasional sepak bola Iran telah mencapai tingkat tertinggi, menulis:

"Pemerintah AS, dengan memperluas permusuhan sewenang-wenang dan tanpa alasannya terhadap bangsa Iran ke ranah olahraga, secara praktis telah merampas hak tim nasional Iran untuk hadir dan berkompetisi di Piala Dunia dalam kondisi normal tanpa tekanan dan stres yang tidak wajar."

Dalam tulisan ini, dengan menegaskan bahwa pendekatan seperti ini adalah bentuk terburuk yang mungkin dari intervensi politik berpihak dalam olahraga, ditekankan:

"FIFA harus mempertanggungjawabkan dan meminta pertanggungjawaban Amerika Serikat atas pelanggaran peraturannya sendiri serta perilaku diskriminatif terhadap tim nasional sepak bola Iran."

Sebagai informasi, Duta Besar AS di Turki kemarin dalam sebuah twit mengklaim telah menerbitkan visa untuk anggota tim nasional Iran dan menulis:

"Saya menghargai tim luar biasa Kedutaan AS di Ankara atas upaya mereka dalam proses peninjauan dan penerbitan visa untuk anggota tim nasional sepak bola Iran dalam perjalanan tim ini untuk hadir di Piala Dunia Sepak Bola. Olahraga melampaui perbatasan dan kami dengan antusias menantikan untuk menyambut atlet dan penggemar dari seluruh dunia di Amerika Serikat."

Padahal AS masih menolak menerbitkan visa untuk sejumlah pelatih dan anggota staf teknis dan manajerial tim nasional Iran.

Pernyataan ini menunjukkan eskalasi diplomatik yang tajam, dengan Iran secara eksplisit menuduh AS menggunakan isu visa sebagai alat tekanan politik menjelang Piala Dunia 2026.(Sail)