Norouzi: Syahid Zeidan Tak Pernah Ragu Hadir di Tengah Krisis & Bencana
-
Ahmad Norouzi, Direktur Urusan Internasional Badan Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB)
Pars Today - Direktur Urusan Internasional Badan Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) merujuk pada semangat tanggung jawab jurnalis syahid Hussam Zeidan (mantan jurnalis jaringan TV Al-Alam di Suriah), dan menyatakan bahwa ia tidak pernah ragu untuk hadir di tengah peristiwa dan krisis.
Dilansir Pars Today, 7 Juni 2026, Ahmad Norouzi mengatakan dalam acara peringatan untuk Zeidan, "Selama gempa bumi tahun 2023 dan perkembangan di Suriah pada tahun 2024, syahid Zeidan terus mengejar tugas jurnalistiknya dengan sungguh-sungguh hingga saat-saat terakhir."
Ia menambahkan bahwa Zeidan sebelumnya juga telah mencapai derajat veteran dalam sebuah misi sebelum kesyahidannya.
Norouzi, merujuk pada penekanan Pemimpin Revolusi untuk menghormati keluarga syuhada, dan menyatakan bahwa IRIB akan terus mengikuti masalah dan kebutuhan keluarga syahid ini.
"Menghormati syuhada tidak terbatas pada setelah kesyahidan mereka. Syahid Zeidan juga diakui dalam festival pers pertama dan memenangkan penghargaan untuk liputan berita terbaik," tambahnya.
Norouzi menggambarkan kesyahidan jurnalis Front Perlawanan ini sebagai tanggung jawab besar bagi para aktivis media. Ia menegaskan bahwa musuh saat ini mengakui efektivitas media Iran dan peran para jurnalis di medan perang lunak, yang melipatgandakan pentingnya melanjutkan jalan para martir media.
Hussam Zeidan bukan sekadar jurnalis. Ia adalah seorang pejuang yang membawa kameranya ke garis depan. Dari gempa hingga perang, ia tidak pernah mundur. Kini, setelah gugur di Lebanon, ia meninggalkan warisan bahwa di era ketika media adalah medan perang, para jurnalis perlawanan adalah garda terdepan.
Dunia mungkin hanya melihat berita. Di balik layar, ada jurnalis yang mengorbankan nyawa mereka untuk menyampaikan kebenaran. Hussam Zeidan adalah salah satunya. Ia tidak membawa senjata, tetapi kameranya lebih tajam dari peluru. Kini, setelah kepergiannya, tugas kita adalah memastikan bahwa cerita yang ia perjuangkan tidak mati bersamanya.(Sail)