Khorasan Razavi dan Pakistan Tandatangani MoU Dagang
-
Iran-Pakistan
Pars Today - Beberapa nota kesepahaman dagang antara sektor swasta Provinsi Khorasan Razavi di timur laut Iran dan Pakistan ditandatangani selama kunjungan delegasi dagang Provinsi Khorasan Razavi ke kota Karachi, Pakistan, di bidang industri, pertambangan, pertanian, dan transportasi internasional pada tanggal 16 hingga 18 Juni 2026.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Mohsen Fallah, ketua delegasi dagang Iran, menyatakan bahwa tujuan utama delegasi ini adalah untuk memperluas kerja sama ekonomi dan mengatasi tantangan dukungan di jalur perdagangan bilateral. Poin-poin utama kunjungan ini mencakup fasilitasi transit barang-barang Iran, penyediaan komoditas pokok, impor suku cadang dan mesin konstruksi serta pertambangan, dan juga mengkaji landasan investasi bersama untuk menciptakan hubungan dagang yang berkelanjutan antara kedua negara.
Mohsen Fallah, merujuk pada peran strategis Pakistan dalam situasi saat ini, menegaskan: "Para anggota delegasi Iran melakukan negosiasi konstruktif di semua sektor, yang menghasilkan penandatanganan kontrak-kontrak operasional di bidang dukungan dan penyediaan produk pertanian. Sambutan hangat dari pejabat dan pedagang Pakistan menjanjikan pengembangan kerja sama di masa depan dan peningkatan tingkat hubungan dagang."
Selama kunjungan ini, berbagai pertemuan diadakan antara pedagang Iran dan perusahaan-perusahaan terkemuka Pakistan, yang hasilnya adalah kesepakatan awal di bidang impor komoditas pokok, kerja sama dukungan, dan investasi bersama di sektor pertanian. Juga, kunjungan delegasi Khorasan ke Pelabuhan Karachi dan unit-unit industri di kota ini memberikan kesempatan berharga untuk mengenal lebih akurat kapasitas ekonomi Pakistan.
Para pakar ekonomi percaya bahwa fokus delegasi Khorasan Razavi pada pembangunan infrastruktur dukungan perbatasan dan rantai nilai tambah adalah langkah strategis untuk mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan neraca perdagangan. Diharapkan dengan dioperasionalkannya nota kesepahaman ini dan aktivasi kapasitas koridor transit di timur negara, Khorasan Razavi akan menjadi pusat transit dan perdagangan dengan tetangga timur. (MF)