Baghaei: Tidak Ada Rencana Inspeksi IAEA di Fasilitas Nuklir yang Rusak
-
Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, "Kami tidak memiliki rencana untuk inspeksi Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di fasilitas-fasilitas nuklir yang rusak."
Melansir Pars Today dari Tasnim, 23 Juni 2026, Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, mengenai klaim pejabat Amerika tentang dimulainya perundingan nuklir dan keberangkatan para inspektur ke Tehran, mengatakan, "Kami tidak mengadakan pertemuan dengan Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional, dan tidak pula memiliki rencana untuk inspeksi Badan terhadap fasilitas-fasilitas nuklir yang rusak akibat agresi Amerika dan rezim Zionis. Dalam hal ini, tidak ada protokol apa pun, kami akan melanjutkan prosedur rutin berdasarkan NPT (Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir)."
Aset Iran yang Dibekukan: "Tujuan Perang Berubah Jadi Memerkaya Petani Amerika"
Mengenai cara penggunaan aset-aset Iran yang dibekukan dan klaim-klaim Amerika dalam hal ini, ia mengatakan, "Bagi kami menarik bahwa filosofi dan tujuan perang yang bertujuan menghancurkan peradaban Iran dan meruntuhkan Iran, telah berubah menjadi memperkaya petani-petani Amerika. Kami akan memutuskan mengenai aset-aset dengan cara apa pun yang sesuai dengan kepentingan bangsa Iran."
Lebanon: Israel Terus Melanggar Gencatan Senjata
Baghaei mengenai pembentukan unit pencegahan konflik di Lebanon dan kesepakatan untuk keluarnya pasukan Zionis dari Lebanon, mengatakan, "Sejak awal kesepakatan gencatan senjata hingga hari ini, kami telah menyaksikan kelanjutan agresi rezim Zionis terhadap Lebanon. Penghentian perang di Lebanon adalah bagian yang tidak terpisahkan dari nota kesepahaman dan gencatan senjata."
Ia menambahkan, "Komitmen Amerika sangat jelas dan tidak ada alasan yang dapat diterima. Mekanisme yang disepakati dengan kehadiran para pihak, yaitu Amerika dan Iran serta para mediator, Pemerintah Lebanon, mengawasi pelaksanaan yang baik dari pasal pertama nota kesepahaman dan mencegah terjadinya bentrokan militer."
Izin Penjualan Minyak Iran Sudah Berlaku
Baghaei mengenai pembebasan untuk penjualan minyak Iran mengatakan, "Izin dikeluarkan pada hari Senin (22/6) oleh Kementerian Keuangan Amerika dan sejak awal dikeluarkan, ia dapat dilaksanakan."
Peran Oman di Selat Hormuz
Ia mengenai peran Oman dalam pengelolaan Selat Hormuz mengatakan, "Oman dan Iran keduanya adalah negara-negara pesisir Selat Hormuz, oleh karena itu untuk transit aman kapal-kapal harus dilakukan koordinasi antara kedua negara."
Pernyataan Baghaei ini menyingkap beberapa dinamika penting. Pertama, penolakan tegas terhadap inspeksi IAEA di fasilitas yang rusak, ini adalah sinyal bahwa Iran tidak akan membiarkan pihak yang menyerang fasilitasnya untuk kemudian "memeriksa" kerusakan yang mereka sendiri sebabkan. Ini adalah prinsip kedaulatan yang sangat kuat. Kedua, sindiran tentang "memperkaya petani Amerika" adalah kritik tajam terhadap cara aset Iran yang dibekukan digunakan, kemungkinan untuk membeli produk pertanian AS, yang ironisnya menguntungkan petani Amerika sementara pemilik asli aset (rakyat Iran) tidak mendapatkannya. Ketiga, penegasan tentang Lebanon menunjukkan bahwa Iran tidak akan membiarkan Israel melanggar kesepakatan tanpa konsekuensi. Dan keempat, pengakuan peran Oman di Selat Hormuz menunjukkan diplomasi regional yang pragmatis, Iran tidak mengklaim kontrol unilateral, tetapi mengakui bahwa negara pesisir lain (Oman) juga memiliki kepentingan.(Sail)