Trump Klaim Negosiasi Baik dengan Iran, Hormuz Segera Dibuka
-
Presiden AS Donald Trump
Pars Today - Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, dalam wawancara dengan Fox News, dengan mengulangi retorikanya dan sementara Washington selalu mengklaim Selat Hormuz terbuka, mengklaim bahwa mereka memiliki "percakapan yang sangat baik" dengan Iran dan Selat Hormuz akan segera dibuka.
Sebagaimana dilaporkan IRNA, Rabu, 5 Agustus 2026, Trump dalam wawancara dengan Fox News mengklaim, "Kami telah melakukan percakapan yang sangat baik, tetapi mereka tidak mau mengakuinya. Anda tahu, ini agak membingungkan."
Ia mengklaim, "Kami mengumumkan bahwa kami telah melakukan percakapan yang baik, lalu seseorang dari Iran mengatakan kami tidak bertemu. Mereka mengatakan, kami tidak berbicara tentang masalah nuklir. Kalau begitu, apa yang kami lakukan? Apakah kami hanya duduk di sana dan membuang waktu?"
Trump mengklaim, "Namun percakapan tidak penting. Satu-satunya hal yang penting adalah tindakan, dan mereka ingin mencapai kesepakatan. Kita lihat saja nanti. Jika mereka tidak mencapai kesepakatan, keadaannya akan menjadi sangat buruk."
Presiden AS, yang di medan perang belum mencapai tuntutan Washington, sekali lagi dengan mengulangi retorika dan ancaman mengklaim, "Selat Hormuz akan segera dibuka, jika tidak, akan mendapat pukulan yang sangat keras, dan setelah itu Selat Hormuz akan terbuka."
Trump, dalam membenarkan kemundurannya dari ancaman dan retorikanya, dan sementara media-media AS termasuk CNN melaporkan penurunan drastis persediaan rudal Washington, mengklaim, "Kami ingin melakukan serangan yang luar biasa, serangan terbesar sejak Perang Dunia II, dan mereka menghubungi saya dan dengan sangat sopan berkata kepada saya, 'Tolong, bisakah kita bicara?' Dan saya berkata, 'Ya, kita bisa bicara. Mari kita lakukan akhirnya.'"
Trump, dalam membenarkan serangan agresifnya terhadap Iran, mengklaim, "Ini seharusnya dilakukan oleh presiden lain atau bahkan negara lain selama 47 tahun ini, dan saya melakukan apa yang harus saya lakukan, karena jika mereka memiliki senjata nuklir, seluruh dunia akan berbeda."
Dengan mengulangi retorikanya yang lancang untuk mencapai tuntutan AS, ia mengklaim, "Jika mereka kembali mengingkari kesepakatan, mereka akan mendapat pukulan keras. Mereka tahu itu dan memahaminya. Saya tidak punya pilihan, mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir."
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya telah mengumumkan kelanjutan negosiasi Iran dan Oman dengan tujuan mengatur lalu lintas pelayaran yang aman di Selat Hormuz, dan menilai suasana yang berlangsung sebagai positif.
Ismail Baghaei, Jubir Kementerian Luar Negeri Iran, dalam wawancara dengan IRIB tentang rincian terbaru negosiasi Iran dan Oman, mengatakan, "Negosiasi ini sebagai dialog antara dua negara di pesisir Selat Hormuz, dengan fokus pada penentuan jalur pergi-pulang yang aman bagi kapal-kapal, yang sedang ditindaklanjuti, sebuah jalur yang, selain memenuhi hak-hak kedaulatan, juga mempertimbangkan kepentingan keamanan nasional Iran dan Oman."
Dengan menyatakan bahwa negosiasi sejauh ini dinilai positif di kedua tingkat teknis dan politik, ia mengatakan, "Iran berupaya, dengan kerja sama Oman, untuk menyusun mekanisme yang diperlukan untuk pengaturan masa depan lalu lintas pelayaran di jalur strategis ini, dan hasil akhir negosiasi ini akan diinformasikan setelah disimpulkan."
Republik Islam Iran dan Kesultanan Oman sejak pertengahan Juli tahun ini telah memulai putaran baru dialog tentang mekanisme pengelolaan Selat Hormuz dengan tujuan mencapai skema yang dapat diterima untuk menerapkan hak kedaulatan kedua negara. Juru bicara Kemlu juga pada hari Senin, (3/8), dalam konferensi pers tentang negosiasi bilateral dengan Oman, menekankan, "Negosiasi kami adalah dengan Oman, terfokus pada kesepahaman tentang jalur yang akan kami lalui untuk memastikan lalu lintas pelayaran yang aman di Selat Hormuz. Upaya kami adalah untuk menentukan jalur sesegera mungkin, dengan berkonsultasi dengan Oman dan kerja sama negara ini, sebuah jalur yang tentu saja akan bersifat sementara dan berdasarkan itu kami dapat memfasilitasi pelayaran di Selat Hormuz."(Sail)