Menlu Iran Bertemu Penasihat Keamanan Irak Bahas Perkembangan Regional
-
Menlu Iran dan Penasihat Keamanan Irak
Pars Today – Sayid Abbas Araghchi, yang telah melakukan perjalanan ke Baghdad untuk berkonsultasi dengan pejabat tinggi Irak tentang hubungan bilateral dan perkembangan regional, sore ini bertemu dan berdialog dengan Qasim al-Araji, Penasihat Keamanan Nasional Irak.
Menurut laporan Kantor Berita Mehr, Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran yang telah melakukan perjalanan ke Baghdad untuk berkonsultasi dengan pejabat tinggi Irak tentang hubungan bilateral dan perkembangan regional, sore ini bertemu dan berdialog dengan Qasim al-Araji, Penasihat Keamanan Nasional Irak.
Dalam pertemuan ini, kedua pihak berdialog tentang kerja sama kedua negara di berbagai bidang, terutama keamanan.
Penasihat Keamanan Nasional Irak, merujuk pada ikatan mendalam kedua bangsa tetangga dan Muslim, menggambarkan dukungan Republik Islam Iran terhadap Irak, terutama dalam menghadapi ISIS dan terorisme, sebagai hal yang tak terlupakan, dan mengenang serta menghormati para syuhada besar jalan perdamaian dan keamanan serta pemberantasan terorisme, Syahid Haj Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis.
Menteri Luar Negeri Iran, seraya mengucapkan selamat atas pembentukan pemerintahan baru dan mendoakan kesuksesan bagi Qasim al-Araji dalam jabatannya sebagai Penasihat Keamanan Nasional Irak, memberinya informasi tentang perkembangan terkait keamanan regional terkini menyusul penandatanganan kesepahaman pengakhiran perang agresif AS dan rezim Zionis.
Araghchi, yang menilai agresi militer AS dan rezim Zionis terhadap Iran sebagai perang melawan seluruh kawasan, merujuk pada pendekatan bertanggung jawab Iran dalam memasuki proses diplomatik untuk mengakhiri perang, menjelaskan pelanggaran janji AS dan pelanggaran berulang Nota Kesepahaman Islamabad oleh AS dan rezim Zionis, dan menekankan perlunya perhatian semua negara kawasan terhadap penyediaan mekanisme endogen dan berdasarkan konsensus negara-negara kawasan untuk menegakkan perdamaian dan keamanan berkelanjutan, jauh dari intervensi militer kekuatan asing.
Menteri Luar Negeri Iran juga menyatakan kesiapan Iran untuk dialog dan interaksi antara negara-negara pantai Teluk Persia untuk menciptakan mekanisme keamanan kolektif, dan menyatakan harapannya bahwa semua negara kawasan, dengan belajar dari perkembangan beberapa bulan terakhir, akan berupaya membentuk keamanan regional yang mencakup semua negara kawasan dan jauh dari intervensi kekuatan militer dari luar kawasan, serta mencakup semua dimensi keamanan, ekonomi, dan pembangunan.
Araghchi juga, mengenai Selat Hormuz dan pengelolaannya di masa depan, menegaskan bahwa Republik Islam Iran, dengan menyadari tanggung jawab yang telah diterimanya dalam hal ini dan sesuai dengan pasal 5 Nota Kesepahaman Pengakhiran Perang Agresif yang juga telah ditegaskan, akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan, dan dalam hal ini akan bekerja sama dengan Oman sebagai negara pantai dan berdialog dengan negara-negara kawasan lainnya.
Dalam pertemuan ini, juga dibahas dan dipertukarkan pandangan tentang kerja sama Iran dan Irak untuk memperkuat keamanan bersama, terutama keamanan perbatasan, serta implementasi penuh nota kesepahaman kerja sama keamanan kedua negara untuk pencegahan dan pemberantasan terorisme. (MF)