Jenderal Iran: Kekuatan Iran Seret Musuh ke Meja Perundingan
-
Brigadir Jenderal Alireza Sheikhi, Kepala Eksekutif Artesh Republik Islam Iran
Pars Today - Kepala Eksekutif Artesh Republik Islam Iran menyatakan bahwa yang pada akhirnya menyeret pihak-pihak yang bertikai ke meja perundingan bukanlah keunggulan kekuatan yang mutlak, melainkan terciptanya keseimbangan dan kesetaraan kekuatan.
Melansir Pars Today dari IRIB News, 29 Juni 2026, Brigadir Jenderal Alireza Sheikh, Kepala Eksekutif Artesh Republik Islam Iran, dengan merujuk pada perang yang dipaksakan baru-baru ini, menyebut perlawanan bangsa Iran sebagai simbol kewibawaan peradaban negara.
Ia mengatakan, "Kunci keberhasilan Republik Islam Iran dalam menghadapi gempuran musuh-musuh adalah bersandarnya bangsa pada identitas dan peradaban Iran-Islam, serta semangat keteguhan dan ketahanan yang tak tertandingi; sebuah karakteristik yang mampu menggagalkan teknologi dan kalkulasi musuh yang paling canggih."
Deterensi: Mengubah Kalkulasi Musuh
Ia menambahkan, "Apa yang pada akhirnya menyeret pihak-pihak yang bertikai ke meja perundingan bukanlah keunggulan kekuatan yang mutlak, melainkan terciptanya keseimbangan dan kesetaraan kekuatan. Kemampuan deterensi dan respons tegas Republik Islam Iran telah mengubah kalkulasi musuh dan mencegah tercapainya tujuan-tujuan mereka."
Rakyat sebagai Modal Utama Negara
Jenderal Sheikh, sembari memberikan penghormatan atas kehadiran dan perlawanan rakyat Iran di hari-hari sulit perang, menyebut solidaritas nasional ini sebagai perwujudan dari budaya dan peradaban Iran yang berakar dalam.
Ia menyatakan, "Bangsa Iran sekali lagi menunjukkan bahwa modal utama negara ini adalah rakyatnya yang sadar, tangguh, dan setia, dan modal sosial ini merupakan pendukung terpenting kewibawaan nasional."
Pesan untuk Generasi Muda dan Para Elit
Di bagian lain pernyataannya, dengan merujuk pada peran menentukan para elit di masa depan Iran, ia mencatat, "Musuh-musuh selalu menempatkan para elit Iran sebagai prioritas tujuan mereka, karena mereka sangat menyadari peran elit dalam meningkatkan kemampuan ilmiah, teknologi, dan pertahanan negara. Oleh karena itu, tanggung jawab generasi muda dan para elit dalam melanjutkan jalur kemajuan dan kewibawaan Iran adalah tanggung jawab yang bersejarah dan menentukan."
Pernyataan ini sangat menarik karena merangkum doktrin militer Iran dalam satu kalimat kunci: 'Yang menyeret musuh ke meja perundingan bukanlah keunggulan mutlak, melainkan keseimbangan kekuatan.' Ini adalah pengakuan yang sangat realistis dan strategis. Iran tidak mengklaim telah menghancurkan musuh sepenuhnya (yang mungkin akan berujung pada spiral kekerasan baru), tetapi menegaskan bahwa mereka telah menciptakan deterensi yang memaksa musuh untuk menghormati mereka. Dan yang paling indah adalah penekanannya pada 'modal sosial', rakyat yang sadar dan tangguh. Rudal bisa dibuat di pabrik, tapi ketahanan mental sebuah bangsa hanya bisa ditempa oleh sejarah, identitas, dan peradaban. Ini adalah pengingat bahwa kekuatan militer yang sejati tidak hanya terletak pada perangkat keras, tapi pada perangkat lunak berupa semangat bangsa itu sendiri.(Sail)