Pezeshkian-Modi: Perkuat Kerja Sama via BRICS, Delhi Kirim Delegasi ke Tehran
-
Narendra Modi, Perdana Menteri India dan Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran
Pars Today - Presiden Republik Islam Iran menyebut hubungan Tehran dan Delhi memiliki kapasitas luas untuk pengembangan kerja sama politik, ekonomi, dan regional, serta menekankan perlunya memperluas kerja sama bilateral dan multilateral, khususnya dalam kerangka BRICS.
Melansir IRNA, 30 Juni 2026, Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran, pada Selasa (30/6) sore dalam percakapan telepon dengan Narendra Modi, Perdana Menteri India, sembari menyatakan kegembiraannya atas perencanaan dan penyelenggaraan sukses KTT Menteri Minyak dan Energi negara-negara anggota BRICS di negara tersebut, menyatakan harapan agar kerja sama dan interaksi Republik Islam Iran dan India dalam kerangka mekanisme multilateral seperti BRICS semakin meluas.
Hubungan Berbasis Sejarah Panjang dan Saling Menghormati
Presiden Iran, dengan menekankan minat Republik Islam Iran untuk mengembangkan dan memperdalam hubungan dengan India, menyatakan, "Hubungan kedua negara didasarkan pada landasan sejarah yang panjang dan saling menghormati, serta memiliki kapasitas luas untuk meningkatkan tingkat kerja sama di berbagai bidang politik, ekonomi, perdagangan, transit, dan internasional. Berdasarkan hal ini, perlu dengan menciptakan koordinasi yang lebih banyak dan memanfaatkan kapasitas yang ada, jalur-jalur baru untuk pengembangan hubungan bilateral didefinisikan dan dioperasionalkan."
Kesamaan Pandangan di Isu Regional dan Internasional
Pezeshkian, dengan merujuk pada kesamaan pandangan Tehran dan Delhi dalam banyak isu regional dan internasional, khususnya dalam kerangka organisasi dan forum multilateral, menegaskan, "Kesamaan pandangan ini dapat menjadi landasan untuk memperkuat kerja sama strategis dan memperluas hubungan komprehensif antara kedua negara."
Komitmen Iran pada Kesepakatan Perdamaian
Presiden Iran di bagian lain percakapan ini, dengan merujuk pada kesepakatan yang dicapai untuk mengakhiri konflik dan perang, menekankan perlunya semua pihak mematuhi komitmen mereka dan mengatakan, "Republik Islam Iran mematuhi komitmennya dan berharap pihak lawan juga dengan niat baik dan tanggung jawab melaksanakan ketentuan kesepakatan agar tercipta landasan bagi terciptanya perdamaian, stabilitas, dan keamanan yang berkelanjutan di kawasan."
Pezeshkian menambahkan, "Masyarakat internasional harus berupaya ke arah memperkuat proses ini agar agresi dan penggunaan kekuatan tidak memiliki tempat dalam hubungan internasional."
Apresiasi untuk Sikap Konstruktif India
Presiden Iran juga mengapresiasi sikap konstruktif pemerintah India dan peran pribadi Perdana Menteri negara tersebut dalam mendukung perdamaian, stabilitas, dan kerja sama regional, serta menyatakan harapan agar dengan kerja sama negara-negara yang bertanggung jawab, upaya-upaya destruktif beberapa aktor untuk mengganggu keamanan dan stabilitas kawasan akan gagal.
Modi: Belasungkawa dan Undangan KTT BRICS
Perdana Menteri India dalam percakapan telepon ini, sembari menyatakan kegembiraannya atas kontak dengan Presiden Iran, menyampaikan belasungkawa dan solidaritas pemerintah dan rakyat India atas kesyahidan Pemimpin Agung dan sejumlah pejabat serta warga Iran dalam perang baru-baru ini, serta mengumumkan pengiriman delegasi khusus India untuk berpartisipasi dalam upacara pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi.
Narendra Modi, dengan menekankan dukungan negaranya terhadap setiap inisiatif dan upaya untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas di Asia Barat, menyatakan, "India meyakini bahwa keamanan dan ketenangan di kawasan ini tidak hanya penting bagi negara-negara kawasan, tetapi juga penting secara mendasar bagi stabilitas dan keamanan global, dan semua negara tidak boleh mengabaikan upaya apa pun untuk mencapai tujuan ini."
Ia juga, dengan merujuk pada dukungan dan pendampingan anggota BRICS dalam jalur pengembangan kerja sama organisasi ini, menyatakan kegembiraannya atas kemajuan yang dicapai dalam kerangka kelompok ini, serta dengan undangan resmi kepada Presiden Republik Islam Iran untuk hadir dalam KTT BRICS yang akan diselenggarakan dengan tuan rumah India, menyatakan harapan agar pertemuan ini menjadi landasan bagi peningkatan kerja sama multilateral antar negara anggota.
Percakapan ini menyingkap beberapa lapisan diplomasi yang sangat halus. Pertama, timing-nya sangat signifikan: ini terjadi di tengah transisi pasca-perang, ketika Iran sedang membangun narasi "kemenangan yang bertanggung jawab" dan India memainkan peran sebagai mitra strategis yang tidak memihak secara terbuka. Kedua, Modi menyampaikan belasungkawa atas "Pemimpin Agung", bahasa yang sangat hormat yang jarang digunakan dalam diplomasi, menunjukkan bahwa India ingin menjaga hubungan baik dengan Iran di tengah tekanan Barat. Ketiga, undangan ke KTT BRICS adalah sinyal geopolitik yang kuat: India ingin Iran tetap terlibat dalam arsitektur Global South, dan Iran ingin menggunakan BRICS sebagai penyeimbang terhadap isolasi Barat. Keempat, pernyataan Pezeshkian tentang "upaya destruktif beberapa aktor" adalah referensi halus (tetapi jelas) terhadap Israel dan sekutunya, yang disambut dengan persetujuan Modi tentang "keamanan Asia Barat", ini adalah bahasa diplomatik yang berarti kedua negara sepakat tentang ancaman tanpa menyebut nama. Ini adalah contoh brilian dari bagaimana diplomasi bekerja di tingkat tertinggi: kata-kata yang terukur, sinyal yang jelas, dan kepentingan yang saling bertemu.(Sail)