Presiden: Kepergian Sang Pemimpin adalah Awal Kebangkitan, Bukan Keruntuhan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i192440-presiden_kepergian_sang_pemimpin_adalah_awal_kebangkitan_bukan_keruntuhan
Pars Today – Presiden Republik Islam Iran, menjelang pelaksanaan upacara perpisahan dan pemakaman megah jenazah suci pemimpin syahid Revolusi Islam, menyatakan bahwa nama dan pemikiran mujahid agung ini akan abadi dalam ingatan bangsa.
(last modified 2026-07-02T14:45:48+00:00 )
Jul 02, 2026 21:43 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran, Masoud Pezeshkian
    Presiden Iran, Masoud Pezeshkian

Pars Today – Presiden Republik Islam Iran, menjelang pelaksanaan upacara perpisahan dan pemakaman megah jenazah suci pemimpin syahid Revolusi Islam, menyatakan bahwa nama dan pemikiran mujahid agung ini akan abadi dalam ingatan bangsa.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Mehr, Masoud Pezeshkian, menjelang pelaksanaan upacara perpisahan dan pemakaman megah jenazah suci pemimpin agung Revolusi Islam, dalam pesannya yang ditujukan kepada bangsa besar Iran, dengan penuh keyakinan akan peran serta rakyat pada momen bersejarah ini, menyatakan bahwa bangsa Iran dalam perpisahan agung ini, dengan hati yang sarat duka dan tekad yang penuh harapan, sekali lagi akan menunjukkan kesetiaan mereka terhadap jalan dan cita-cita pemimpin syahid tersebut.

 

Presiden menegaskan bahwa bendera yang telah diperjuangkan sang pemimpin agung sepanjang hidupnya untuk tetap berkibar, tidak akan pernah jatuh ke tanah. Bendera yang telah diperjuangkan bertahun-tahun untuk tetap tegak, dengan tekad bangsa Iran, akan terus berkibar.

 

Teks Lengkap Pesan Presiden:

 

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

 

"Dan janganlah engkau mengira orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhan mereka dengan mendapatkan rezeki." (QS. Ali 'Imran: 169)

 

Wahai bangsa besar, setia, dan penuh rasa terima kasih dari Iran

 

Hari ini, Iran Islam berdiri di salah satu momen bersejarahnya yang paling agung; sebuah saat bersejarah di mana rakyat tercinta Iran berkumpul dalam duka atas kepergian pemimpin bijaksana revolusi, mujahid yang tak kenal lelah, dan pembawa panji perlawanan yang perkasa.

 

Syahidnya pemimpin agung ini, meskipun telah menorehkan duka yang mendalam di hati segenap bangsa kami, umat Islam, dan seluruh kaum merdeka di dunia, namun juga mengungkapkan kebenaran yang tak terbantahkan bahwa fondasi kokoh sistem ini bertumpu pada pilar-pilar iman, cita-cita, dan tekad bangsa yang besar. Kepergian merah ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari babak baru persatuan, ketahanan, dan kemajuan bagi bangsa yang selalu melangkah keluar dari ujian-ujian terberat dengan lebih bersatu, lebih kokoh, dan lebih penuh harap menuju masa depan.

 

Tak diragukan lagi, nama, pemikiran, dan catatan gemilang dari sang pembangun epik yang tak kenal lelah ini — yang di tahun-tahun tersulit dalam sejarah kontemporer, dengan iman yang teguh, kebijaksanaan yang bijak, dan keberanian yang langka, senantiasa menjunjung tinggi bendera kemerdekaan, demokrasi religius, dan perlawanan — akan abadi selamanya dalam ingatan sejarah bangsa Iran dan hati nurani para pejuang kebebasan di dunia.

 

Hari ini, yang menjamin keamanan, stabilitas, dan masa depan cerah negeri ini adalah solidaritas nasional, kehadiran yang sadar, dan keteguhan dalam menghadapi keserakahan para penindas.

 

Kini, saat Iran yang penuh dengan semangat kepahlawanan ini tengah bersiap untuk mengantar kepergian pelayan setia Islam dan revolusi ini, saya mengajak seluruh komponen rakyat mulia negeri kami — dari segala suku, agama, pandangan, dan afiliasi politik — untuk hadir dengan penuh semangat, kokoh, dan bersejarah dalam upacara pemakaman dan penguburan pemimpin syahid ini, dan sekali lagi mempersembahkan pemandangan abadi dari persatuan nasional dan kesetiaan kepada cita-cita luhur sistem Islam.

 

Kehadiran luas Anda adalah jawaban tegas terhadap logika teror, kekerasan, dan penindasan, serta pesan yang jelas kepada dunia bahwa bangsa Iran berdiri dalam satu kesatuan dan kebersamaan dalam membela kemerdekaan dan martabatnya, dan tidak ada peristiwa apa pun yang akan melemahkan tekad bangsa ini untuk membangun Iran yang makmur, merdeka, perkasa, dan berdaulat.

 

Saya yakin bahwa bangsa besar Iran, dalam perpisahan bersejarah ini, dengan hati yang sarat duka dan tekad yang penuh harapan, sekali lagi akan membuktikan bahwa bendera yang telah diperjuangkan sang pemimpin agung sepanjang hidupnya untuk tetap berkibar, tidak akan pernah jatuh ke tanah. Inilah wujud dari janji Ilahi yang berfirman:

 

"Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi, dan Kami hendak menjadikan mereka pemimpin-pemimpin, dan menjadikan mereka ahli waris." (QS. Al-Qashash: 5)

 

Masoud Pezeshkian

Presiden Republik Islam Iran