Iran dan Afghanistan Susun Peta Jalan Baru Kerja Sama Pertanian
Menteri Jihad Pertanian Iran bertemu dengan mitranya dari Afghanistan. Kedua pihak menekankan pengembangan kerja sama di tiga bidang, yakni pertanian, peternakan, dan irigasi, serta menghidupkan kembali 16 kesepakatan sebelumnya.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Gholamreza Nouri Qezeljeh, Menteri Jihad Pertanian Iran, yang datang ke Kabul, ibu kota Afghanistan, untuk memperluas hubungan ekonomi dan pertanian, bertemu dan berdialog dengan Mawlawi Ataullah Omari, Menteri Pertanian, Irigasi, dan Peternakan Afghanistan.
Dalam pertemuan tersebut, Mawlawi Ataullah Omari, dengan menyinggung hubungan historis, budaya, dan telah berlangsung lama antara kedua negara, serta mengecam kejahatan Amerika Serikat dan Israel terhadap rakyat Iran dalam beberapa bulan terakhir, menegaskan: “Afghanistan berada di sisi rakyat dan pemerintah Iran dalam kondisi yang sulit.”
Menteri Pertanian Afghanistan, dengan menekankan besarnya potensi yang tersedia antara kedua negara, menegaskan perlunya memperluas kerja sama praktis dan jangka panjang dalam bidang benih unggul, mesin pertanian, peternakan, produk susu, pakan ternak, penelitian pertanian, irigasi, dan transfer teknologi. Ia mengusulkan agar delegasi teknis kedua negara mulai mengerjakan 16 poin kesepakatan dan komitmen dari pertemuan-pertemuan sebelumnya serta menciptakan kondisi untuk merealisasikannya.
Gholamreza Nouri Qezeljeh, Menteri Jihad Pertanian Iran, dalam pertemuan tersebut juga menekankan ikatan historis, budaya, bahasa, ekonomi, dan geografis antara Afghanistan dan Iran. Ia menyerukan perluasan kerja sama kedua negara di berbagai sektor pertanian dan menyatakan:
“Iran siap bekerja sama dengan Afghanistan dalam bidang kesehatan hewan, daging dan telur, rempah-rempah, mesin dan peralatan pertanian, budi daya ikan, tepung, ketahanan pangan, pendidikan, teknologi pertanian modern, dan irigasi.”
Ia juga menekankan kerja sama bersama dalam pemberantasan hama dan penyakit, penyediaan kacang-kacangan dan tepung, produksi hasil pertanian, serta transfer pengetahuan dan mesin pertanian, seraya menambahkan bahwa pengembangan kerja sama tersebut dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi ribuan orang.