Kim Jong-un Tekankan Perluasan dan Pendalaman Kerja Sama dengan Rusia
https://parstoday.ir/id/news/world-i196808-kim_jong_un_tekankan_perluasan_dan_pendalaman_kerja_sama_dengan_rusia
Pars Today - Kim Jong-un, Pemimpin Korea Utara, dalam pesannya kepada Vladimir Putin, Presiden Rusia, menekankan "perluasan dan pendalaman" kerja sama dengan Moskow.
(last modified 2026-09-15T05:26:58+00:00 )
Sep 15, 2026 12:23 Asia/Jakarta
  • Kim Jong-un, Pemimpin Korea Utara dan Vladimir Putin, Presiden Rusia
    Kim Jong-un, Pemimpin Korea Utara dan Vladimir Putin, Presiden Rusia

Pars Today - Kim Jong-un, Pemimpin Korea Utara, dalam pesannya kepada Vladimir Putin, Presiden Rusia, menekankan "perluasan dan pendalaman" kerja sama dengan Moskow.

Melansir IRNA yang mengutip Reuters, Selasa, 15 September 2026, Kim, dalam menanggapi pesan yang dikirim Putin dalam rangka peringatan 78 tahun berdirinya Korea Utara, mengumumkan bahwa Pyongyang memiliki tekad bulat untuk memperluas kerja sama dengan Rusia "secara komprehensif" dan berdasarkan persahabatan, bantuan timbal balik, serta persatuan antara kedua negara.

Menurut kantor berita Pusat Korea (KCNA), Kim dalam pesannya kepada Putin mengatakan bahwa ia yakin akan kemenangan Putin dalam "perang suci yang sedang berlangsung untuk membela kepentingan keamanan negara dan keadilan internasional".

Pernyataan ini disampaikan di tengah Moskow dan Pyongyang yang semakin mendekat secara signifikan, di mana Korea Utara pada tahun 2024 mengirim pasukan untuk bertempur di samping tentara Rusia di Ukraina dan memperdalam kerja sama militernya dalam kerangka pakta pertahanan timbal balik.

Putin pada 19 Juni 2024 dalam kunjungannya ke Pyongyang dan dalam pertemuan dengan Kim, menandatangani perjanjian kemitraan strategis komprehensif kedua negara.

Perjanjian kerja sama kemitraan strategis komprehensif Moskow dan Pyongyang yang akhirnya pada 10 November 2024 setelah disahkan di Duma Rusia, ditandatangani Putin dengan judul "Undang-Undang Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif Rusia dan Korea Utara", terdiri dari 23 pasal, salah satunya menekankan pemberian bantuan militer segera dengan menggunakan semua sarana yang tersedia dalam kondisi di mana salah satu pihak berada dalam keadaan perang akibat serangan bersenjata, dan akan berlaku untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

"Kim Jong-un, Pemimpin Korea Utara, dalam pesannya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, menekankan perluasan dan pendalaman kerja sama dengan Moskwa secara komprehensif berdasarkan persahabatan, bantuan timbal balik, dan persatuan. Kim juga menyatakan keyakinannya akan kemenangan Putin dalam "perang suci" untuk membela kepentingan keamanan negara dan keadilan internasional. Pernyataan ini muncul di tengah semakin eratnya hubungan Moskow-Pyongyang, dengan Korea Utara mengirim pasukan ke Ukraina pada 2024 dan memperdalam kerja sama militer dalam kerangka pakta pertahanan timbal balik."(Sail)