Brigjen Naqdi: Daya Tangkal Tinggi, Musuh Tidak Berani Menyerang
https://parstoday.ir/id/news/iran-i194812-brigjen_naqdi_daya_tangkal_tinggi_musuh_tidak_berani_menyerang
Penasihat Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa perang yang dipaksakan ketiga merupakan latihan nyata untuk menghadapi Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa militer Amerika Serikat lebih lemah daripada yang dibayangkan, dan Iran akan mempertahankan daya tangkalnya hingga akhir perang melalui produksi rudal dalam negeri secara berkelanjutan.
(last modified 2026-08-13T07:52:12+00:00 )
Aug 13, 2026 15:43 Asia/Jakarta
  • Brigjen Naqdi: Daya Tangkal Tinggi, Musuh Tidak Berani Menyerang

Penasihat Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa perang yang dipaksakan ketiga merupakan latihan nyata untuk menghadapi Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa militer Amerika Serikat lebih lemah daripada yang dibayangkan, dan Iran akan mempertahankan daya tangkalnya hingga akhir perang melalui produksi rudal dalam negeri secara berkelanjutan.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi, penasihat senior Panglima Tertinggi IRGC, dalam wawancara dengan jaringan PBS Amerika Serikat, menyinggung sikap media Barat terhadap Republik Islam Iran. Ia mengatakan: Iran tidak memiliki batasan apa pun untuk berdialog dan diwawancarai oleh media, bahkan menyambut baik penyampaian pandangannya kepada publik Barat; justru media Barat yang menghalangi penyampaian pandangan tersebut secara utuh.

Mengenai perang baru-baru ini dan konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat, penasihat Panglima Tertinggi IRGC tersebut mengatakan: “Setelah perang 12 hari dan perang yang dipaksakan ketiga, Revolusi Islam tidak hanya tidak lenyap, tetapi justru telah mengakar di hati rakyat.” Ia menambahkan: “Kami mengalahkan musuh demi mempertahankan pilar-pilar sistem dan mempertahankan Iran. Hanya dengan berhasil mencegah penggulingan [sistem], kami sudah menjadi pemenang.”

Naqdi menegaskan: Tujuan Amerika Serikat adalah memecah-belah Iran, tetapi kini Iran bukan hanya tidak terpecah, melainkan berbagai kelompok etnis Iran justru semakin bangga atas identitas mereka sebagai orang Iran. Amerika Serikat mengalami kekalahan dalam seluruh tujuan yang diumumkannya dalam perang ini, sementara Iran telah menang.

Naqdi menyatakan bahwa perang baru-baru ini merupakan latihan nyata, seraya mengatakan: “Dalam lima bulan ini, kami belajar bagaimana harus berperang melawan Amerika, dan ternyata militer Amerika lebih lemah daripada yang dibayangkan.”

Dalam bagian lain wawancara tersebut, Naqdi berbicara mengenai kondisi keamanan kawasan dan lalu lintas kapal. Ia mengatakan: “Dalam kondisi perang, Iran berhak mengendalikan kapal-kapal yang melintas dan menganggap tindakan tersebut sebagai hak yang sah dan tidak terbantahkan secara hukum.”

Dengan menekankan bahwa persenjataan pertahanan Iran 100 persen merupakan hasil produksi dalam negeri, ia menambahkan: “Persenjataan dibuat di dalam Iran dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan medan perang. Terdapat hubungan langsung antara garis depan dan sektor teknis serta rekayasa, dan kami tidak bergantung pada apa pun dari luar sehingga harus menunggu sampai persediaannya habis.”

Penasihat Panglima Tertinggi IRGC tersebut menyatakan bahwa perang dapat berlangsung selama bertahun-tahun, seraya mengatakan: “Hingga hari terakhir perang ini, rudal-rudal Iran akan terus diluncurkan, dan hal itu dimungkinkan karena adanya produksi dalam negeri yang berkelanjutan.”

Naqdi menegaskan: “Jika suatu hari Iran tidak memiliki satu pun rudal, justru akan menjadi lebih berbahaya. Dalam kondisi tersebut, sebuah kekuatan yang memiliki tekad untuk berperang dan mempertahankan kehormatannya akan menjadi ancaman yang jauh lebih besar bagi Amerika. Kita harus mencapai tingkat daya tangkal yang membuat musuh tidak berani menyerang.”

Mengenai kehadiran masyarakat di jalan-jalan, Naqdi menegaskan: “Inilah pilar utama kemenangan Iran. Inti kemenangan terjadi di jalan-jalan tempat rakyat hadir. Semangat para pejuang kami, keberanian mereka, serta ketakutan dan keputusasaan musuh untuk mencampuri urusan negeri ini—semuanya ditentukan di tempat ini.”