Ghalibaf: Syarat Berunding dengan Posisi Kuat adalah Kesiapan Penuh Menghadapi Perang
https://parstoday.ir/id/news/iran-i192626-ghalibaf_syarat_berunding_dengan_posisi_kuat_adalah_kesiapan_penuh_menghadapi_perang
Ghalibaf menyatakan bahwa keamanan dan kemakmuran kawasan hanya dapat dicapai melalui persatuan negara-negara Islam.
(last modified 2026-07-06T04:48:43+00:00 )
Jul 06, 2026 11:43 Asia/Jakarta
  • Ghalibaf: Syarat Berunding dengan Posisi Kuat adalah Kesiapan Penuh Menghadapi Perang

Ghalibaf menyatakan bahwa keamanan dan kemakmuran kawasan hanya dapat dicapai melalui persatuan negara-negara Islam.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa keamanan dan perekonomian kawasan hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama dan sinergi antarnegara Islam. Ia menegaskan perlunya memperkuat persatuan untuk mendekatkan negara-negara Islam dan mengurangi pengaruh Amerika Serikat serta Israel di kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ghalibaf saat bertemu dengan Mohammad Al-Nuaimi, Wakil Presiden Yaman dan anggota Dewan Politik Tertinggi Ansarullah, di sela-sela upacara penghormatan terakhir bagi Pemimpin Syahid Revolusi Islam pada hari Minggu.

Dalam pertemuan itu, Ghalibaf menyampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi Yaman dalam acara tersebut serta memuji keteguhan rakyat Yaman dan Ansarullah dalam menghadapi tekanan dan blokade ekonomi. Menurutnya, Ansarullah dan rakyat Yaman telah menunjukkan keteguhan menghadapi apa yang ia sebut sebagai ketidakadilan dan pelanggaran hukum internasional, sekaligus memperlihatkan kekuatan Poros Perlawanan di bidang ekonomi, militer, dan politik.

Ia juga menyinggung hasil konflik yang disebut sebagai "Perang Ramadan", dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel pada akhirnya terpaksa mengakui keberadaan sekutu-sekutu Iran dalam Poros Perlawanan. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu hasil penting dari kesepahaman terbaru dan mencerminkan kegagalan politik serta militer bagi Amerika Serikat, sekaligus menjadi pencapaian bagi Poros Perlawanan.

Ghalibaf menambahkan bahwa syarat untuk melakukan perundingan dari posisi yang kuat adalah kesiapan penuh menghadapi kemungkinan perang. Ia berpendapat bahwa jika Amerika Serikat dan Israel melihat adanya kelemahan atau menurunnya semangat perlawanan, mereka akan memilih jalur konfrontasi.

Ia kembali menekankan pentingnya solidaritas dunia Islam dengan mengatakan bahwa sejumlah negara Islam yang sebelumnya berada di bawah pengaruh Amerika Serikat dan menjalin hubungan dengan Israel kini menyadari bahwa kedua pihak tersebut tidak mampu menjamin keamanan maupun kemakmuran mereka.

Sementara itu, Mohammad Al-Nuaimi menegaskan pentingnya menjaga persatuan Poros Perlawanan. Menurutnya, pengalaman Iran selama konflik terbaru telah menjadi pelajaran bagi seluruh kelompok yang tergabung dalam poros tersebut, termasuk dalam bidang strategi politik.