Baghaei: Seolah-olah Sejarah Berhenti Sejenak untuk Membuka Lembaran Baru
Juru bicara Kemlu Iran menyatakan bahwa warisan Pemimpin Syahid Revolusi adalah kepercayaan diri, martabat, kemerdekaan, cinta tanah air, dan keteguhan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menulis bahwa meskipun Pemimpin Syahid Revolusi telah wafat, warisan yang beliau tinggalkan jauh melampaui sekadar nama atau sebuah periode kepemimpinan. Warisan tersebut, menurutnya, adalah kepercayaan diri, harga diri, semangat kemerdekaan, kecintaan kepada tanah air, dan keteguhan menghadapi berbagai ujian.
Pada Senin malam, Baghaei mengunggah sebuah video yang memperlihatkan jutaan warga Iran yang berkabung namun tetap penuh kebanggaan dalam prosesi penghormatan terakhir dan pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi di Teheran. Dalam pesannya di media sosial, ia menulis:
"Hari ini, rakyat Iran mengantar kepergian seorang pemimpin besar di ibu kota Iran, sosok yang sangat jarang dilahirkan oleh zaman. Di tengah prosesi perpisahan yang tiada duanya ini, doa-doa mengalir di bibir dan pandangan tertuju jauh ke cakrawala; seakan-akan sejarah berhenti sejenak untuk membuka lembaran baru dari catatannya."
Baghaei melanjutkan:
"Jasad akan dipeluk oleh tanah, tetapi gagasan-gagasan yang mengajak suatu bangsa untuk percaya pada dirinya sendiri, menjaga kemerdekaannya, dan tetap teguh memperjuangkan cita-citanya, tidak akan pernah lapuk dimakan waktu."
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran itu juga menegaskan:
"Jika pohon cemara meninggalkan taman, ia akan mewariskan cara berdiri tegak kepada tunas-tunas yang tumbuh sesudahnya. Dan benih yang ditanam di dalam tanah akan kembali tumbuh di dalam hati nurani orang-orang yang mencintai kebebasan. Itulah warisan yang tidak akan pernah tertutup oleh debu zaman."