Laksamana Sayyari: Pantai Iran Akan Kami Jadikan Neraka bagi Musuh
https://parstoday.ir/id/news/iran-i192798-laksamana_sayyari_pantai_iran_akan_kami_jadikan_neraka_bagi_musuh
Pars Today – Kepala Staf dan Wakil Koordinator Artesh Iran mengatakan: Angkatan bersenjata Iran, bersama dengan rakyat, hadir di medan dengan kekuatan dan ketahanan sedemikian rupa sehingga musuh mengetahui bahwa dengan mendaratkan pasukan di pantai Iran, ia akan masuk ke dalam neraka yang tidak akan ada jalan keluar lagi baginya.
(last modified 2026-07-08T09:16:19+00:00 )
Jul 08, 2026 16:12 Asia/Jakarta
  • Habibollah Sayyari
    Habibollah Sayyari

Pars Today – Kepala Staf dan Wakil Koordinator Artesh Iran mengatakan: Angkatan bersenjata Iran, bersama dengan rakyat, hadir di medan dengan kekuatan dan ketahanan sedemikian rupa sehingga musuh mengetahui bahwa dengan mendaratkan pasukan di pantai Iran, ia akan masuk ke dalam neraka yang tidak akan ada jalan keluar lagi baginya.

Menurut laporan IRNA dari Artesh, Laksamana Madya Habibollah Sayyari pada hari Rabu, 8 Juli 2026, dalam sebuah wawancara televisi, seraya menyampaikan kembali belasungkawa kepada seluruh bangsa Iran dan umat Muslim di dunia atas kehilangan pemimpin bangsa Iran, merujuk pada pentingnya kekuatan maritim dan pembangunan berbasis kelautan di dunia, dan menyatakan: Sekitar 70 persen permukaan bumi ditutupi oleh air, dan kondisi geografis Iran yang tercinta sedemikian rupa sehingga memiliki akses ke laut dari utara dan selatan, serta memiliki sekitar 2.700 kilometer garis pantai.

 

Dengan menekankan perlunya Iran Islam untuk lebih memanfaatkan sumber daya maritimnya, ia menyatakan: Sekitar 90 persen impor dan ekspor negara-negara yang memiliki akses ke laut, termasuk Iran Islam, dilakukan melalui jalur laut, alasannya adalah perdagangan melalui laut jauh lebih mudah dan murah dibandingkan metode lainnya. Berkah lain dari akses ke laut adalah penyediaan sumber daya pangan dan pemanfaatan berbagai jenis energi fosil dan terbarukan seperti angin dan kekuatan gelombang. Laut adalah sumber kekuatan dan kekayaan, sehingga negara-negara kuat di dunia telah mengambil manfaat paling besar dari ranah maritim.

 

Wakil Koordinator Artesh, dengan mengingat pernyataan Pemimpin Syahid Revolusi Islam di bidang maritim, menekankan: Pemimpin Syahid Revolusi pada tahun 1368 (1989), dengan menyatakan bahwa "laut dapat memberikan pengaruh positif pada kebijakan-kebijakan umum negara," menekankan perlunya perhatian lebih besar dari para penguasa dan pejabat terkait terhadap masalah kelautan agar jalur kemajuan Iran Islam menjadi lebih lancar dari sebelumnya. Beliau juga pada tahun 1376 (1997) menekankan perlunya pemanfaatan laut dan merujuk pada ketertinggalan Iran Islam di bidang ini, dan beberapa waktu kemudian juga menuntut pemanfaatan yang lebih besar dari pantai-pantai Laut Oman. Pentingnya Laut Oman dalam pertempuran terakhir ini sekali lagi menjadi jelas bagi semua orang, di mana garis depan pertempuran berada di laut serta perlindungan Selat Hormuz dan Laut Oman. (MF)