Dua Pangkalan Penting AS di Kuwait Jadi Sasaran Serangan Pesawat Nirawak Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i193372-dua_pangkalan_penting_as_di_kuwait_jadi_sasaran_serangan_pesawat_nirawak_iran
Hubungan Masyarakat Pasukan Reguler Republik Islam Iran (Artesh) dalam sebuah pernyataan mengumumkan serangan pesawat nirawak penghancur Artesh terhadap dua pangkalan penting Amerika Serikat di Kuwait.
(last modified 2026-07-19T07:15:35+00:00 )
Jul 19, 2026 14:05 Asia/Jakarta
  • Dua Pangkalan Penting AS di Kuwait Jadi Sasaran Serangan Pesawat Nirawak Iran

Hubungan Masyarakat Pasukan Reguler Republik Islam Iran (Artesh) dalam sebuah pernyataan mengumumkan serangan pesawat nirawak penghancur Artesh terhadap dua pangkalan penting Amerika Serikat di Kuwait.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita Mehr, isi pernyataan Hubungan Masyarakat  Artesh sebagai berikut:

Sebagai tanggapan atas agresi berulang musuh, gugurnya warga negara tercinta, serta serangan terhadap jembatan, infrastruktur, dan kawasan sipil di Iran, beberapa jam yang lalu dalam tahap ke-16 Operasi Sa'eqeh, Artesh melancarkan serangan besar-besaran menggunakan pesawat nirawak penghancur terhadap gudang amunisi milik tentara Amerika Serikat yang disebut sebagai "tentara teroris" di Kamp Al-Adiri, serta radar Patriot dan radar udara milik pasukan tersebut di Pangkalan Ali Al-Salem, Kuwait.

Kamp Al-Adiri merupakan salah satu pangkalan penting tentara Amerika Serikat yang disebut sebagai "tentara teroris" di kawasan, berjarak sekitar 104 kilometer dari perbatasan Republik Islam Iran, dan menjadi salah satu pusat utama dukungan serta reorganisasi pasukan Amerika. Gangguan terhadap operasional pangkalan ini dinyatakan akan memberikan dampak signifikan terhadap operasi dukungan militer Amerika Serikat di kawasan.

Pangkalan Udara Ali Al-Salem juga merupakan salah satu pangkalan penting, pusat utama transportasi udara, dan gerbang masuk pasukan militer ke kawasan Asia Barat. Pangkalan ini disebut memainkan peran sentral dalam strategi militer dan logistik tentara Amerika Serikat yang disebut sebagai "tentara agresor" di kawasan.

Artesh mengecam tindakan musuh yang menyerang jembatan, infrastruktur, fasilitas sipil, serta menyebabkan gugurnya warga sipil yang tidak bersalah, dan menegaskan: Insya Allah, di bawah kepemimpinan Imam Khamenei yang terhormat serta berkat persatuan dan kekompakan angkatan bersenjata yang berdedikasi, rakyat yang teguh, dan pemerintah yang peduli, kami akan memaksa musuh yang licik mengalami kekalahan.