Ghalibaf: Iran dan Irak Tolak Biarkan Barat Tentukan Nasib Mereka
https://parstoday.ir/id/news/iran-i195302-ghalibaf_iran_dan_irak_tolak_biarkan_barat_tentukan_nasib_mereka
Pars Today - Ketua Parlemen Republik Islam Iran, pada upacara peringatan Arbain Pemimpin Syahid Revolusi di Irak, mengatakan bahwa rakyat Irak, dalam prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi, telah menunaikan hak persaudaraan dan mengejutkan dunia dengan kehadiran mereka.
(last modified 2026-08-21T04:11:05+00:00 )
Aug 21, 2026 11:08 Asia/Jakarta
  • Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran
    Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran

Pars Today - Ketua Parlemen Republik Islam Iran, pada upacara peringatan Arbain Pemimpin Syahid Revolusi di Irak, mengatakan bahwa rakyat Irak, dalam prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi, telah menunaikan hak persaudaraan dan mengejutkan dunia dengan kehadiran mereka.

Melaporkan Pars Today dari IRIB, Kamis, 20 Agustus 2026, Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, pada hari Kamis (20/8) dalam upacara peringatan Arbain Pemimpin Syahid Revolusi di Irak, mengatakan, "Setiap langkah musuh untuk menjauhkan Iran dan Irak, justru mendekatkan kami dua langkah. Namun apa yang membuat Tehran dan Baghdad semakin dekat adalah penolakan terhadap keinginan agar ibu kota asing menentukan nasib kami. Kami berdiri bersama Irak dalam kesulitan, dan dalam keberhasilan pun kami akan menjadi mitra."

Ketua Parlemen Iran menegaskan, "Dalam sejarah, mereka akan menulis tentang kami bahwa Iran dan Irak adalah dua bangsa yang tidak menerima untuk menjadi catatan kaki dalam narasi orang lain, dan tidak menulis nasib mereka di ibu kota pemerintah Barat."

Ghalibaf menambahkan "Kami, dengan perlawanan, dengan ketahanan bangsa-bangsa kami, dan dengan saling membantu, berhasil membangun keamanan di negara-negara kami. Kini kami harus bersumpah untuk kesejahteraan ekonomi kedua bangsa, kemajuan dan pembangunan kedua negara."

Ia menyatakan, "Kami tidak di sini untuk mengulangi kata-kata tanpa substansi. Kami memiliki agenda kerja yang jelas untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas kedua negara, memotong tangan orang asing, dan mendefinisikan proyek-proyek yang akan membantu meningkatkan kehidupan kedua bangsa."

Ketua Parlemen Iran menegaskan, "Kami telah menjadi teman dan saudara di hari-hari tersulit. Kami berdiri bersama dalam kesulitan, dan dalam keberhasilan pun kami akan bersama. Singkatnya, kekuatan kami terletak pada persaudaraan kami."

"Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dalam pidatonya pada upacara Arbain Pemimpin Syahid di Irak, menekankan persatuan yang tak terpisahkan antara Iran dan Irak. Ia menyatakan bahwa setiap upaya musuh untuk memecah belah kedua negara justru memperkuat ikatan mereka. Qalibaf menegaskan bahwa rakyat Iran dan Irak menolak untuk membiarkan negara-negara Barat menentukan nasib mereka, dan bahwa kedua bangsa akan terus bekerja sama untuk keamanan, stabilitas, dan kemakmuran."(Sail)