Jubir Artesh Iran: Amerika Serikat Kehilangan Wibawa Internasionalnya
https://parstoday.ir/id/news/iran-i195370-jubir_artesh_iran_amerika_serikat_kehilangan_wibawa_internasionalnya
Juru bicara Artesh Republik Islam Iran menjelaskan pencapaian dari perang terbaru Amerika Serikat terhadap Iran, dan menyebut kebangkitan kesadaran geopolitik masyarakat Iran sebagai salah satu pencapaian penting perang tersebut.
(last modified 2026-08-22T08:21:52+00:00 )
Aug 22, 2026 15:11 Asia/Jakarta
  • Jubir Artesh Iran: Amerika Serikat Kehilangan Wibawa Internasionalnya

Juru bicara Artesh Republik Islam Iran menjelaskan pencapaian dari perang terbaru Amerika Serikat terhadap Iran, dan menyebut kebangkitan kesadaran geopolitik masyarakat Iran sebagai salah satu pencapaian penting perang tersebut.

Ia menegaskan bahwa tanda-tanda kemunduran kekuatan Amerika Serikat di kawasan dan dalam sistem internasional kini semakin terlihat dibandingkan sebelumnya.

Menurut laporan Pars Today, Brigjen Mohammad Akrami-Nia, dalam wawancara dengan IRNA pada Jumat malam, mengatakan bahwa persatuan dan solidaritas nasional merupakan salah satu pencapaian besar dari perang tersebut. Ia menambahkan bahwa persatuan rakyat Iran di sekitar kepemimpinan, Revolusi, dan sistem Republik Islam semakin kuat, dan hal itu merupakan pencapaian yang sangat besar.

Juru bicara Artesh Iran tersebut menyebut kebangkitan geopolitik masyarakat Iran sebagai pencapaian lain dari perang. Ia menegaskan bahwa masyarakat Iran kini menyadari adanya kapasitas geopolitik yang sebenarnya telah dimiliki sejak dahulu, tetapi belum diaktifkan. Menurutnya, Selat Hormuz, dengan potensi besar yang berada dalam kendali rakyat Iran, kini dapat menjadi faktor penentu dalam mendorong tujuan kebijakan luar negeri Republik Islam Iran.

Brigjen Akrami-Nia kemudian menyinggung kemunduran kekuatan Amerika Serikat. Ia mengatakan bahwa sejak bertahun-tahun lalu, sebagaimana pernah dikemukakan oleh “Imam Syahid” mereka, telah terdapat tanda-tanda kemunduran kekuatan Amerika, dan kini tanda-tanda tersebut semakin jelas.

Menurutnya, Amerika Serikat telah kehilangan wibawanya sebagai salah satu kekuatan besar internasional, sementara di tingkat regional terlihat kemunduran Amerika yang semakin tajam. Ia menyebut bahwa Arab Saudi, Turki, dan Pakistan telah membentuk suatu mekanisme keamanan dan pertahanan yang independen dari Amerika Serikat, yang menurutnya merupakan mekanisme pertahanan dan keamanan pertama di kawasan tanpa kehadiran Amerika.

Mengenai perubahan doktrin militer Iran dari defensif menjadi ofensif, ia menjelaskan bahwa selama dua perang tersebut, doktrin militer Republik Islam Iran bergerak dari posisi defensif menuju pendekatan ofensif. Menurutnya, hal itu terlihat dalam respons cepat, respons berskala luas terhadap tindakan agresi musuh, serta pelaksanaan operasi-operasi pre-emptive (pencegahan sebelum serangan terjadi).

Juru bicara Artesh Iran itu menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam kesiapan penuh. Ia mengatakan bahwa Iran memanfaatkan kesempatan gencatan senjata untuk meningkatkan kemampuan tempurnya.

“Hari ini, dengan motivasi yang lebih tinggi, kepercayaan diri yang lebih besar, dan peralatan yang diperlukan, kami siap memberikan respons yang menghancurkan terhadap segala bentuk kesalahan perhitungan musuh.”