Iran dan Afghanistan Perluas Kerja Sama Ekonomi
Pejabat Pelaksana Tugas (Plt.) Kuasa Usaha Kedutaan Besar Iran di Kabul menggambarkan prospek kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Iran dan Afghanistan sebagai sesuatu yang terus berkembang.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Alireza Bikdeli, Plt. Kuasa Usaha Kedutaan Besar Iran di Kabul berbicara di hadapan sekelompok pedagang di kota tersebut. Ia menyampaikan bahwa para pejabat dari kedua negara telah menjajaki peluang kerja sama di berbagai sektor, seperti pasokan minyak dan gas, kelistrikan, produksi pupuk, pertanian, peternakan unggas, serta bidang manufaktur dan infrastruktur lainnya.
Selain itu, dalam pertemuan baru-baru ini antara pejabat Kamar Dagang dan Investasi Afghanistan dengan perwakilan Kedutaan Besar Iran, pembahasan difokuskan pada upaya memperluas hubungan sektor swasta, penyelenggaraan pameran dagang, fasilitasi pertemuan bisnis antarperusahaan dari kedua negara, serta kemudahan perjalanan bagi para pedagang dan investor.
Di sektor energi, pejabat kedua negara telah melakukan pembicaraan mengenai pasokan minyak dan gas ke Afghanistan, penyediaan pelatihan teknis khusus, dan kerja sama dalam eksplorasi sumber daya; tim teknis gabungan telah ditunjuk untuk menindaklanjuti upaya-upaya kerja sama ini.
Pada tahun fiskal 2025, Iran menyumbang 31,3 persen dari total impor Afghanistan, menjadikannya sumber impor terbesar bagi negara tersebut. Angka ini menegaskan betapa pentingnya pasar dan jalur perdagangan Iran bagi perekonomian Afghanistan.
Sementara itu, berbagai sumber dari Afghanistan dan Iran melaporkan adanya peningkatan upaya untuk memperluas perdagangan bilateral.
Alireza Bikdeli baru-baru ini mengumumkan bahwa volume perdagangan antara kedua negara telah melampaui angka 3,5 miliar dolar AS; pada saat yang sama, para pejabat Afghanistan menekankan perlunya meningkatkan ekspor Afghanistan ke Iran demi mencapai hubungan perdagangan yang lebih seimbang.
Para ahli ekonomi meyakini bahwa peningkatan pertemuan antarpejabat ekonomi dan kehadiran langsung perwakilan sektor swasta dari kedua negara dapat membuka jalan bagi transformasi hubungan perdagangan yang ada saat ini menjadi kerja sama yang lebih luas di sektor manufaktur, energi, transit, dan investasi. Kendati demikian, penghapusan hambatan transfer dana, kemudahan mobilitas pedagang, penyelesaian masalah kepabeanan dan transit, serta peningkatan ekspor Afghanistan akan tetap menjadi faktor kunci bagi perluasan perdagangan yang berkelanjutan antara kedua negara.