Mojallal: Saya Berjuang Keras untuk Emas Ini
-
Fatemeh Mojallal, atlet dayung Iran peraih medali emas di Asian Games Nagoya, Jepang
Pars Today - Perempuan emas rowing (dayung) Iran di Asia mengatakan, "Dalam sejarah Asian Games, di rowing putri kami belum pernah memiliki medali emas dan saya adalah orang pertama. Saya sangat berusaha memecahkan kutukan ini dan menjadi perempuan pertama yang meraih emas untuk negara tercinta kami di cabang ini.
Melansir IRNA, Kamis, 24 September 2026, Fatemeh Mojallal setelah meraih medali emas rowing kelas ringan putri Asian Games Nagoya menyatakan, "Saya bersyukur kepada Tuhan. Saya berterima kasih kepada semua yang membantu saya di jalan ini. Saya sangat senang bisa mengibarkan bendera negara saya dan membahagiakan hati rakyat Iran tercinta. Saya meraih warna medali yang paling indah dan saya sangat senang karenanya."
Ia tentang menjadi perempuan emas pertama kontingen Iran di Nagoya dan merupakan emas pertama dalam sejarah rowing putri di Asian Games, menyatakan, "Ya, dalam sejarah Asian Games di rowing putri kami belum pernah memiliki medali emas dan saya adalah orang pertama. Saya sangat berusaha memecahkan kutukan ini dan menjadi perempuan pertama yang meraih emas untuk negara tercinta kami di cabang ini."
Mojallal yang berbicara dengan mata berkaca-kaca tentang prestasinya, mengatakan, "Dua tahun kami terus-menerus di pemusatan latihan dan dalam kondisi sulit, musim dingin dan musim panas kami berlatih. Saya juga ingin mengatakan, saya berterima kasih kepada Menteri Olahraga Iran yang memisahkan federasi kami dan ini sangat membantu kami untuk maju. Federasi kami dalam periode ini sangat maju dan emas ini juga berkat kejadian itu."
Atlet dayung Iran peraih medali emas berkata, "Saya persembahkan medali ini untuk para perempuan Iran. Saya berharap semua perempuan di Iran meraih kesuksesan di segala bidang."
"Fatemeh Mojallal meraih medali emas roing kelas ringan putri Asian Games Nagoya, emas pertama dalam sejarah dayung putri Iran di Asian Games dan emas pertama kontingen Iran di Nagoya. Ia menyatakan bersyukur, berterima kasih kepada semua yang membantu, dan bangga bisa mengibarkan bendera Iran serta membahagiakan rakyat. Ia menegaskan telah memecahkan 'kutukan' dengan menjadi perempuan pertama yang meraih emas di cabang ini. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyebut dua tahun pemusatan latihan terus-menerus dalam kondisi sulit (musim dingin & panas)."(Sail)