Ayatullah Khatami: Presiden Iran Mengubah PBB Menjadi Pengadilan terhadap AS dan Israel
Khatib shalat Jumat Teheran mengapresiasi pidato Presiden Iran di Sidang Umum PBB yang disebutnya berani dan logis. Ia mengatakan: “Pidato Presiden benar-benar logis, heroik, dan berani. Pidato tersebut mengubah PBB menjadi pengadilan terhadap Amerika Serikat dan rezim Zionis, dan pidatonya merupakan terjemahan dari slogan ‘Matilah Amerika’ dan ‘Matilah Israel’.”
Dilaporkan Pars Today mengutip IRNA, Ayatullah Seyyed Ahmad Khatami, khatib shalat Jumat Teheran pekan ini, merujuk pada pidato Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Sidang Umum PBB dan mengatakan: “Pidatonya benar-benar logis, heroik, dan berani, serta mengubah PBB menjadi pengadilan terhadap Amerika Serikat dan rezim Zionis. Pada hakikatnya, pidato Pezeshkian merupakan terjemahan dari slogan ‘Matilah Amerika’ dan ‘Matilah Israel’.”
Ia mengapresiasi pidato Presiden Iran dan menambahkan: “Pidato ini layak bagi rakyat Iran yang selama tujuh bulan tidak meninggalkan jalan-jalan dan tidak akan meninggalkan jalan-jalan hingga berhasil melumpuhkan musuh.”
Khatib salat Jumat Teheran mengingatkan: “Beliau (Presiden dalam Sidang Umum PBB) menjelaskan logika perlawanan, yaitu bahwa Iran tidak akan tunduk pada penyerahan diri maupun pemaksaan. Media-media dunia juga menjadikannya sebagai judul bahwa Iran tidak akan menyerah.”
Trump adalah presiden yang paling dibenci dalam sejarah Amerika Serikat
Ayatullah Khatami, merujuk pada pidato Trump di Sidang Umum PBB, mengatakan: “Pidato presiden Amerika yang bodoh, sombong, dan narsistis serta pidato pemimpin rezim Zionis yang merupakan seorang algojo layak mendapat kecaman dan sangat buruk. Tidak ada satu kata pun yang benar dalam pernyataan mereka, dan apa yang mereka katakan adalah kebohongan.”
Ia mengatakan bahwa Presiden Republik Islam Iran telah memberikan jawaban yang tegas dan jelas kepada Presiden Amerika Serikat, seraya menegaskan: “Presiden Amerika yang malang itu tidak mengenal rakyatnya sendiri, dan bukti dari hal ini adalah kesalahan perhitungan orang narsistis ini; ia juga tidak mengenal rakyat Iran. Sebab, tindakannya telah menyebabkan popularitasnya hilang dan juga merusak kredibilitas partai yang didukungnya. Dalam sejarah kepresidenan Amerika Serikat, ia adalah presiden yang paling dibenci.”
Imam shalat Jumat Teheran pekan ini mengatakan bahwa pidato Trump di PBB juga mendapat kecaman di Amerika Serikat. Ia mengingatkan: “Meskipun telah mengalami kekalahan berturut-turut dan kerusakan yang dialami 12 pangkalan mereka di kawasan, ia masih belum memahami bahwa rakyat Iran adalah bangsa Asyura dan tidak akan tunduk pada kehinaan dan penyerahan diri.”