Juru Bicara Atesh Iran: Kami Siap untuk Setiap Situasi
-
Akrami Nia
Pars Today – Juru bicara Artesh Iran dengan menekankan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran memantau perkembangan dan ancaman dengan cermat, mengatakan: Kami terus-menerus meningkatkan kemampuan kami dan siap untuk setiap situasi.
Menurut laporan Pars Today yang dikutip dari IRNA, Brigadir Jenderal Muhammad Akrami-Nia, juru bicara Artesh Iran pada hari Sabtu (3/10) dalam pidatonya tentang perhitungan musuh dalam perang yang sedang berlangsung, menegaskan: Musuh dengan kesalahan perhitungan mengira dapat menghancurkan kemampuan angkatan bersenjata Iran dalam beberapa hari dan mewujudkan tujuannya; tetapi ketahanan angkatan bersenjata dan keteguhan bangsa Iran mengacaukan semua perhitungan ini.
Juru bicara Artesh Iran melanjutkan: Tujuan musuh tidak terbatas pada masalah nuklir, rudal, dan front perlawanan; mereka mengejar tujuan yang lebih jauh dan menjatuhkan sistem Republik Islam serta memecah belah Iran dalam agenda mereka, tetapi mereka tidak berhasil dalam mewujudkan satu pun dari tujuan-tujuan ini.
Ia menyebut iman dan motivasi angkatan bersenjata Iran sebagai faktor fundamental keteguhan melawan musuh dan mengatakan: Apa yang menjaga angkatan bersenjata Republik Islam Iran di medan bukan hanya peralatan dan fasilitas; melainkan iman, motivasi, semangat perlawanan, dan keyakinan mendalam pada pembelaan sistem dan negara.
Brigadir Jenderal Akrami-Nia menyatakan: Bangsa Iran berdiri di samping angkatan bersenjata dan kehadiran rakyat di lapangan-lapangan dan pertemuan-pertemuan malam, selain menunjukkan persatuan dan keutuhan nasional, juga memperkuat semangat para pejuang dan meningkatkan rasa komitmen serta tanggung jawab mereka dalam membela negara.
Ia dengan merujuk pada kondisi yang ada di Amerika menyatakan: Presiden Amerika di satu sisi berada di bawah tekanan arus Zionis untuk melakukan tindakan dan kejahatan baru terhadap Iran dan di sisi lain menghadapi penentangan rakyat di dalam Amerika terhadap perang dengan Iran; totalitas kondisi ini, telah membuat ruang pengambilan keputusan menjadi kompleks dan sulit bagi pemerintah Amerika. (MF)