Pernyataan Kemenlu tentang Penarikan Pasukan Pendudukan AS dari Irak
-
Kementerian Luar Negeri Iran
Pars Today - Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran dalam sebuah pernyataan tentang penarikan pasukan pendudukan Amerika dari Irak menekankan perlunya meminta pertanggungjawaban dan mengadili pemerintah Amerika atas kejahatan yang dilakukan dan kerusakan yang ditimbulkan terhadap rakyat Irak dan negara-negara lain selama periode pendudukan.
Melansir IRNA, Sabtu, 03 November 2026, teks pernyataan Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran adalah sebagai berikut:
Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran sambil mengucapkan selamat kepada rakyat dan pemerintah Irak atas penarikan pasukan pendudukan Amerika dan kekuatan asing lainnya dari Irak setelah dua dekade kehadiran militer yang malapetaka di negara ini, menilai perkembangan ini sebagai langkah yang sangat penting dan perlu dalam rangka memperkokoh kedaulatan nasional, integritas wilayah, dan kemerdekaan Irak.
Tragedi kehadiran militer 23 tahun Amerika dan sekutunya di Irak, yang terjadi menyusul agresi militer Amerika ke negara ini pada 20 Maret 2003 dengan dalih palsu menghadapi "senjata pemusnah massal", meninggalkan konsekuensi yang tak dapat dipulihkan bagi Irak dan seluruh kawasan, di antaranya pembunuhan dan pembantaian lebih dari satu juta orang Irak termasuk puluhan ribu perempuan dan anak-anak tak berdosa, kerusakan material ratusan miliar dolar pada infrastruktur material, keamanan, dan pemerintahan Irak, perusakan lingkungan, dan kejahatan perang keji seperti penyiksaan pria dan perempuan Irak di penjara Abu Ghraib, serta penciptaan landasan bagi terorisme takfiri dan ISIS di Irak dan kawasan sekitarnya.
Republik Islam Iran sambil memuliakan perlawanan dan keteguhan bangsa Irak menghadapi pendudukan, terorisme, dan sektarianisme, menekankan perlunya menghormati kedaulatan nasional dan integritas wilayah Irak dan mengingatkan bahwa kehadiran militer Amerika dan sekutunya di negara-negara kawasan tidak membawa hasil selain penyebaran kekerasan, ketidakamanan, perpecahan, dan terorisme.
Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran sambil mengenang ratusan ribu syuhada di jalan menghadapi pendudukan dan terorisme, khususnya Syahid Abu Mahdi Al-Muhandis dan Haji Qasem Soleimani, menekankan perlunya meminta pertanggungjawaban dan mengadili pemerintah Amerika atas kejahatan yang dilakukan dan kerusakan yang ditimbulkan terhadap rakyat Irak dan negara-negara lain selama periode pendudukan.(Sail)