Ghalibaf Balas Rubio: "Pewaris Alexander Akan Bernasib seperti Valerian"
https://parstoday.ir/id/news/iran-i198284-ghalibaf_balas_rubio_pewaris_alexander_akan_bernasib_seperti_valerian
Pars Today - Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, dalam pesannya merespons klaim Rubio dan menegaskan bahwa mereka yang mengejar warisan Alexander akan mengalami nasib Valerian, kalian akan bertekuk lutut!
(last modified 2026-10-10T05:04:51+00:00 )
Okt 10, 2026 11:51 Asia/Jakarta
  • Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran
    Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran

Pars Today - Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, dalam pesannya merespons klaim Rubio dan menegaskan bahwa mereka yang mengejar warisan Alexander akan mengalami nasib Valerian, kalian akan bertekuk lutut!

Melansir IRNA, Jumat, 09 Oktober 2026, Ketua Parlemen Iran sebagai respons terhadap ocehan terbaru Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika, tentang peradaban Iran di akunnya di media sosial X menulis, "Sepanjang sejarah, kami bangsa Iran telah menghadapi orang-orang yang menyatakan diri sebagai penguasa dunia dan berupaya menghapus peradaban-peradaban kuno dari lembaran zaman."

Ketua Parlemen Iran menambahkan, "Mereka datang dengan api dan nyala, tetapi pergi dengan debu dan kehinaan."

Ghalibaf menegaskan, "Mereka yang mengejar warisan Alexander akan mengalami nasib Valerian; kalian akan bertekuk lutut."

Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika dua hari lalu dalam pidatonya di Akropolis Athena, dalam pernyataan yang penuh distorsi dan penghinaan terhadap peradaban Iran dengan deskripsi Hollywood dari narasi sejarah Yunani tentang perang Yunani dan Iran mengatakan, "480 tahun sebelum Masehi, pasukan Xerxes memasuki kota ini dan membakar kuil serta tempat-tempat sucinya."

Pada saat itu, sebagian besar warga Athena melarikan diri dengan kapal ke sebuah pulau di dekatnya, tetapi sekelompok kecil dari mereka menolak meninggalkan rumah mereka. Mereka bertahan di benteng karang Akropolis untuk bertempur dalam perlawanan terakhir yang luar biasa. Mereka menjatuhkan batu-batu raksasa dari tebing ke atas kepala penyerang Persia dan menghentikan imperium terbesar masa itu selama berhari-hari.

Mereka akhirnya kalah. Orang-orang Persia menjarah kuil, membakar tempat-tempat suci, dan meratakan Akropolis dengan tanah, tetapi ketika orang-orang Athena kembali, mereka mengumpulkan sisa-sisa reruntuhan Akropolis kuno dan menguburnya di bukit tempat ia berdiri dan beberapa dekade kemudian, pada era Pericles, mereka mendirikan Parthenon.(Sail)