Araghchi: Amerika Berulang Kali Mengganggu Proses Perundingan dengan Melanggar Perjanjian
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Irak di Baghdad menegaskan bahwa Amerika Serikat berulang kali mengganggu proses diplomatik dengan melanggar perjanjian dan menggunakan kekuatan.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Sayyid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, yang melakukan perjalanan ke Baghdad untuk menghadiri Sidang ke-52 Dewan Menteri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), bertemu dan berdialog dengan Ali al-Zaidi, Perdana Menteri Irak, pada Sabtu malam.
Dalam pertemuan tersebut, Araghchi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan rakyat Irak atas penyelenggaraan sidang yang layak. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan kapasitas Organisasi Kerja Sama Islam secara lebih optimal untuk menindaklanjuti berbagai persoalan dunia Islam, khususnya masalah Palestina serta ekspansionisme dan provokasi perang oleh rezim Zionis.
Menlu Iran itu menyinggung hubungan yang sangat baik antara kedua negara tetangga yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Ia menegaskan tekad Republik Islam Iran untuk semakin memperkuat hubungan dengan Irak di seluruh bidang yang menjadi kepentingan bersama.
Pertemuan tersebut juga membahas dan meninjau perkembangan terbaru di kawasan.
Saat menjelaskan posisi dan pandangan Iran mengenai perdamaian dan stabilitas di Asia Barat, Araghchi menegaskan bahwa akar utama ketidakamanan di kawasan tersebut adalah pendudukan dan ekspansionisme rezim Zionis. Ia mengatakan bahwa, khususnya selama tiga tahun terakhir, rezim tersebut telah melakukan agresi militer terhadap Lebanon, Suriah, dan Iran, bersamaan dengan aksi genosida di Palestina, sehingga membahayakan perdamaian dan keamanan dunia.
Araghchi menegaskan bahwa Iran berkomitmen memanfaatkan diplomasi untuk mencegah memburuknya ketidakamanan. Ia mengingatkan bahwa Amerika Serikatlah yang berulang kali mengganggu proses diplomatik melalui pelanggaran perjanjian dan penggunaan kekuatan, serta menyebabkan terganggunya keamanan pelayaran komersial internasional.
Dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Iran dan Perdana Menteri Irak itu, kedua pihak juga berdialog dan bertukar pandangan mengenai konflik Arab Saudi–Yaman, cara membantu mengakhiri blokade laut terhadap Yaman, serta upaya meredakan ketegangan.