Araghchi: AS yang Tutup Jalan Diplomasi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i199084-araghchi_as_yang_tutup_jalan_diplomasi
Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran dengan menegaskan kepatuhan penuh Iran pada komitmen nota kesepahaman Islamabad, mengatakan, "Dunia harus tahu bahwa Amerika Serikatlah yang menutup jalan diplomasi, bukan Iran. Sebesar kesiapan kami untuk perang, kami juga siap untuk diplomasi."
(last modified 2026-10-21T05:28:01+00:00 )
Okt 21, 2026 14:27 Asia/Jakarta
  • Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran
    Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran

Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran dengan menegaskan kepatuhan penuh Iran pada komitmen nota kesepahaman Islamabad, mengatakan, "Dunia harus tahu bahwa Amerika Serikatlah yang menutup jalan diplomasi, bukan Iran. Sebesar kesiapan kami untuk perang, kami juga siap untuk diplomasi."

Menurut laporan Pars Today mengutip Kantor Berita IRIB, Rabu, 21 Oktober 2026,  Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, pada Selasa (20/10) dalam wawancara dengan jaringan Al-Ikhbariyah Irak mengumumkan, "Kami telah mencapai kesepakatan dengan Oman tentang jalur pelayaran di Selat Hormuz dan menunggu pendaftaran internasionalnya."

Araghchi tentang perundingan dengan Amerika Serikat juga menyatakan, "Perundingan Iran dengan pihak Amerika Serikat melalui negara-negara perantara, termasuk Pakistan dan Qatar, masih berlangsung secara berkelanjutan. Kami mengajukan rencana tujuh hari yang di dalamnya kami mengemukakan syarat-syarat kami secara tegas dan direncanakan pada hari keenam, Selat Hormuz dibuka sepenuhnya. Pihak Amerika mengumumkan bahwa mereka setuju dengan syarat-syarat ini, tetapi ingin menambahkan beberapa pasal lain."

Menteri Luar Negeri Iran dengan menegaskan ketidakpercayaan kepada Amerika Serikat mengatakan, "Kami memasuki tiga putaran perundingan dengan pihak Amerika Serikat dan ketiga putaran sebelumnya berujung pada perang terhadap Iran. Pada putaran ketiga, kami mencapai kesepahaman dengan Trump, tetapi Trump sendiri melanggar perundingan ini dan hanya berpegang pada isinya selama dua minggu.

Araghchi mencatat, "Apa yang kami minta dari pihak Amerika Serikat adalah kepatuhan pada seluruh komitmen yang tercantum dalam nota kesepahaman Islamabad yang telah ditandatangani sebelumnya. Setelah kepatuhan mereka pada komitmen ini, kami dapat memasuki perundingan tentang berkas-berkas lain."

Ia dalam menjawab pertanyaan tentang alasan pengajuan inisiatif tujuh hari mengatakan, "Untuk melanjutkan jalan diplomasi. Dari sudut pandang Iran, pintu-pintu diplomasi sepenuhnya terbuka, dengan syarat pihak lawan patuh pada kesepahaman. Seluruh dunia harus tahu bahwa pihak Amerika Serikatlah yang menutup jalan, bukan Iran."

Menteri Luar Negeri Iran tentang Selat Hormuz menyatakan, "Selat Hormuz bukanlah selat internasional, melainkan terletak di perairan teritorial Iran dan Oman. Selama belum tercapai kesepakatan atau kesepahaman tentang selat ini, selat tidak akan terbuka bagi semua."

Araghchi tentang kesiapan Iran untuk kemungkinan perang di masa depan mengatakan, "Segala kemungkinan ada di masa depan, termasuk kemungkinan bahwa pihak Amerika Serikat dan rezim Zionis sekali lagi memulai perang terhadap Iran. Namun, kami berada dalam kesiapan penuh untuk menghadapi perang baru. Ketika saya mengatakan kami siap untuk perang, ini tidak serta-merta berarti kami menginginkan perang. Sebaliknya, pengumuman kesiapan kami adalah pesan kepada pihak lawan agar melakukan perhitungannya dan tidak sekali lagi memasuki perang yang sama. Sekali lagi saya tegaskan bahwa sebesar kesiapan kami untuk perang, kami juga siap untuk diplomasi."

"Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi menegaskan kepatuhan penuh Iran pada nota kesepahaman Islamabad dan menyatakan AS-lah yang menutup jalan diplomasi, bukan Iran. Iran sebesar kesiapan untuk perang juga siap untuk diplomasi. Ia mengumumkan kesepakatan dengan Oman tentang jalur pelayaran di Selat Hormuz dan menunggu pendaftaran internasionalnya. Perundingan dengan AS melalui Pakistan dan Qatar masih berlangsung."(Sail)