Tekad Uni Eropa Perluas Hubungan dengan Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i25831-tekad_uni_eropa_perluas_hubungan_dengan_iran
Uni Eropa dalam statemennya kembali menyatakan komitme penuhnya terhadap kesepakatan nuklir dengan Iran, Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPO).
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 15, 2016 15:14 Asia/Jakarta
  • Tekad Uni Eropa Perluas Hubungan dengan Iran

Uni Eropa dalam statemennya kembali menyatakan komitme penuhnya terhadap kesepakatan nuklir dengan Iran, Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPO).

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini Senin (14/11) di akhir sidang tingkat menlu organisasi ini menunjukkan pembelaannya terhadap JCPOA. “Stabilnya JCPOA dan implementasinya merupakan prioritas Uni Eropa,” ungkap Mogherini. Ia menilai JCPOA sebagai kesepakatan yang juga didukung oleh Dewan Keamanan PBB dan menekankan bahwa dukungan terhadap implementasi penuh kesepakatan ini sebagai tugas lembaga tersebut.

 

Statemen ini dirilis dengan mengacu pada kesimpulan yang diraih bulan Juli 2015 dan statemen bersama antara kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa dan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif di sidang bulan April, menekankan bahwa Uni Eropa bertekad memperluas kerjasama dengan Iran.

 

Iran dan Uni Eropa kini memulai babak baru dialog politik. Namun Iran menggulirkan sejumlah catatan di dialog tersebut, khususnya mengenai isu Hak Asasi Manusia dan isu terkait pertahanan di bidang rudal.

 

Bagaimana pun juga Iran masih menyambut penekanan para menlu Uni Eropa untuk tetap komitmen dengan JCPOA dan optimis kedua pihak mampu memperluas kerjasama di bidang politik, ekonomi dan keamanan. Dalam hal ini, Dewan Eropa secara penuh mendukung pembukaan perwakila Uni Eropa di Iran sebagai langkah kunci memajukan tujuan tersebut. Di sisi lain, Iran menilai hal ini masih membutuhkan waktu dan menjelaskan bahwa sampai saat ini kepastian rencana tersebut belum dapat diumumkan.

 

Yang pasti Dewan Eropa menyambut perluasan hubungan ekonomi antara Uni Eropa dan Iran sebagai hasil dari JCPOA dan kembali mengumumkan dukungannya atas bergabungnya Tehran dengan ekonomi global serta sistem perdagangan yang berlandaskan pada undang-undang dan ketentuan yang ada. Tapi begitu sampai saat ini jalannya masih panjang dan masih ada perselisihan terkait bahwa Iran secara penuh dapat menikmati konsesi pencabutan sanksi termasuk hubungan penuh dengan berbagai bank. Hal ini tentu saja menunjukkan bahwa pihak seberang masih belum komitmen dengan janji-janjinya.

 

Statemen Uni Eropa dari satu sudut menunjukkan sikap transparan organisasi ini terhadap JCPOA, namun dari sudut lain mengindikasikan friksi dan ketidakpercayaan antara Eropa dan Amerika Serikat yang mencolok di kubu Barat, bukan saja di kasus kesepakatan nuklir, namun di berbagai kasus lainnya di mana hal ini sangat berpengaruh pada hubungan keduanya.

 

Pengaruh friksi ini bukan saja terbatas pada isu politik, namun juga ekonomi, finansial dan bahkan isu keamanan dan pertahanan. Oleh karena itu, statemen Uni Eropa harus dicermati lebih dari sekedar sebuah keputusan dan komitmen Eropa di level JCPOA.

 

Uni Eropa dengan merilis statemen ini sepertinya telah menentukan batasan antara kepentingan dan kerugiannya dengan Amerika di berbagai isu regional dan internasional. Namun sejauh mana kebijakan ini dilaksanakan, masih tergantung pada keputusan selanjutnya Uni Eropa.

 

Wajar jika Iran siap mendukung hubungan seperti ini. Menurut pengakuan Uni Eropa, Iran memainkan peran signifikan di kawasan. Oleh karena itu, apa yang dipaparkan Uni Eropa melalui statemennya benar-benar terlaksana, organisasi ini akan mampu menyelesaikan konflik di kawasan melalui kinerja yang seimbang serta menghindari aksi-aksi yang memicu kekerasan dan perpecahan. Jika demikian, maka optimisme prospek hubungan dengan Iran akan semakin jelas. (MF)