Iran-Cina Tekankan Perluasan Kerjasama Medis dan Pendidikan
Menteri Kesehatan Republik Islam Iran dan Cina menekankan perluasan kerjasama bilateral di sektor medis, kesehatan dan pendidikan.
Sayid Hassan Ghazizadeh Hashemi dan Li Bin menekankan hal itu dalam pertemuan mereka di Cina pada Senin (21/11/2016).
"Cina merupakan mitra perdagangan terbesar Republik Islam Iran terutama di masa embargo. Pasca pencabutan sanksi, hubungan kedua negara juga akan meningkat, "kata Sayid Hashemi dalam pertemuan tersebut seperti dikutip IRNA.
Menkes Iran berkunjung ke Cina untuk berpartisipasi dalam Konferensi Internasional Kesembilan Promosi Kesehatan di kota Shanghai dan ia akan menyampaikan pidatonya dalam konferensi ini pada Selasa.
Sayid Hashemi menyebutkan bahwa nilai pertukaran perdagangan antara Iran dan Cina pada sembilan bulan lalu mencapai lebih dari 21 miliar dolar.
"Republik Islam Iran dan Cina bisa bekerjasama secara erat di berbagai sektor terutama dalam sistem pelayanan kesehatan, "ujarnya.
Menurut Sayid Hashemi, Iran menyerukan penggunaan pengalaman Cina dalam membangun rumah sakit-rumah sakit besar.
"Memberantas penyakit menular, tidak menular dan membuat vaksin juga akan menjadi sektor lain dalam kerjasama kedua negara," tuturnya.
Menkes Iran lebih lanjut mengundang mitranya dari Cina untuk mengunjungi Tehran.
"Dalam kunjungan ini, kedua negara bisa menandatangani dokumen kerjasama medis, pendidikan dan kesehatan, "pungkasnya.
Sementara itu, Menkes Cina mengatakan bahwa negaranya menyambut usulan Iran untuk memperluas kerjasama bilateral.
"Aktivitas kesehatan, medis dan pendidikan harus menjadi salah satu bagian terpenting dalam perluasan kerjasama kedua negara, "kata Li Bin. (RA)