Menlu Iran-Rusia Bicarakan Perundingan Damai Suriah di Astana
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran dan mitraya dari Rusia membicarakan kemungkinan agenda dalam perundingan damai Suriah di Astana, ibukota Kazakhstan.
Mohammad Javad Zarif dan Sergei Lavrov membahas hal itu dalam percakapan telepon pada Senin (16/1/2017) atas permintaan Rusia, seperti dilansir IRNA.
Perudingan antara perwakilan pemerintah Suriah dan oposisi yang akan diselenggarakan di Astana pada tanggal 23 Januari akan dihadiri oleh sebuah delegasi dari PBB.
Negosiasi dua hari itu digelar dalam kerangka strategi solusi politik atas krisis Suriah menyusul pertemuan Menlu Rusia, Iran dan Turki di Moskow pada tanggal 20 Desember 2016.
Pernyataan akhir pertemuan tiga Menlu tersebut menegaskan dukungan Rusia, Iran dan Turki terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan dan integritas teritorial Suriah sebagai sebuah negara multi-etnis, multi-agama, non-sektarian, demokratis dan sekuler.
Selain itu, Rusia, Iran dan Turki percaya bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik Suriah. Mereka mengakui peran penting PBB dalam upaya memecahkan krisis ini sesuai dengan resolusi 2254 Dewan Keamanan. Mereka juga menyerukan pemberantasan kelompok teroris Daesh (ISIS) dan Front al-Nusra dan mengajak kerjasama global untuk menumpas terorisme.
Sabotase sejumlah kelompok teroris bersenjata anti-Suriah yang memperoleh dukungan dari beberapa negara dunia telah menyebabkan berhentinya perundingan damai Suriah di Jenewa dari delapan bulan lalu hingga sekarang.
Perundingan mendatang di Astana digelar menyusul ketidakmampuan PBB untuk melanjutkan dialog di Jenewa. (RA)