Presiden Iran Bertemu PM Turki di Tehran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i3238-presiden_iran_bertemu_pm_turki_di_tehran
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, Iran dan Turki harus memperkuat pondasi perdamaian dan stabilitas kawasan dengan kerja sama, koordinasi dan konsentrasi pada perang melawan terorisme sebagai musuh bersama.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 05, 2016 23:22 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Bertemu PM Turki di Tehran

Presiden Republik Islam Iran mengatakan, Iran dan Turki harus memperkuat pondasi perdamaian dan stabilitas kawasan dengan kerja sama, koordinasi dan konsentrasi pada perang melawan terorisme sebagai musuh bersama.

Hassan Rouhani, Presiden Iran, Sabtu (5/3) dalam pertemuannya dengan Ahmet Davutoglu, Perdana Menteri Turki di Tehran menjelaskan bahwa Tehran dan Ankara memiliki banyak persamaan agama dan budaya.

Ia menuturkan, landasan berpikir agama di dua negara sepenuhnya berbeda dengan beberapa negara ekstrem.

Presiden Iran menekankan urgensi memerangi terorisme sebagai sebuah bahaya dan ancaman kolektif seluruh bangsa.

"Sejumlah negara tidak ingin menyelesaikan masalah-masalah kawasan dari akarnya, mereka hanya mengejar kepentingan-kepentingannya," ujar Rouhani.

Ia menambahkan, tidak ada hambatan apapun dalam perluasan hubungan Iran dan Turki, hari ini terbuka peluang yang tepat untuk memperluas hubungan Tehran-Ankara dengan cepat, dan pencapaian kepentingan dua negara.

PM Turki mengatakan, Ankara bertekad untuk memulai fase baru hubungan dengan Iran.

"Turki, hari ini lebih dari sebelumnya, bermaksud untuk meningkatkan hubungan bersaudara di berbagai bidang dengan Iran," katanya.

Davutoglu juga menyinggung urgensi kerja sama regional Tehran-Ankara dan pentingnya perang melawan terorisme.

Ia menambahkan, kedua negara harus bekerjasama dalam menyelesaikan masalah-masalah kawasan dan dalam menghadapi dominasi kelompok teroris.

PM Turki, Jumat malam bersama rombongan pejabat tinggi politik dan ekonomi negara itu tiba di Tehran. Davutoglu dalam lawatannya ke Iran membawa serta menteri ekonomi, bea cukai dan perdagangan, energi, transportasi dan komunikasi. (HS)